CILEGON, SSC – Sekalipun belum rampung, Proyek perbaikan Jalan Lingkar Selatan (JLS) yang sempat ambrol diterjang banjir hebat pada April lalu, di serahterimakan. Proyek perbaikan yang dikerjakan secara patungan dari industri di Cilegon ini telah diserahkan oleh industri kepada Pemerintah Kota Cilegon, Jumat (21/12/2018) dan langsung bisa digunakan masyarakat.

Pekerjaan diserahkan kepada Plt Walikota Cilegon, Edi Ariadi oleh Direktur PT Chandra Asri Petrochemical, Suhat Miyarso, Koordinator Pengumpulan Dana Bantuan Konsorsium, Malim Hander Joni dan perwakilan sejumlah industri.

Plt Edi mengatakan, meskipun perbaikan JLS belum rampung 100 persen tapi perbaikannya telah memenuhi target jatuh tempo yang ditetapkan. Hanya saja, ia menilai masih banyak industri yang belum berpartisipasi memperbaiki aset pemerintah ini.

“Meskipun belum 100 persen perbaikannya, tapi sudah sesuai dengan jadwal yang diinginkan di akhir Desember ini. Alhamdulilah juga meskipun masih ada industi yang belum membantu perbaikan ini, saya percaya kepada Pak Joni dan Pak Suhat kalau JLS ini bisa rampung di akhir Desember ini,” kata Edi Eriadi kepada awak media di lokasi.

Edi menjelaskan, masih ada tahapan pekerjaan lain yang akan dilakukan terhadap perbaikan jalan tersebut. Salah satunya, dengan membangun Tembok Penahan Tanah (TPT) untuk sisi kanan dan kiri di lokasi tersebut.

“Oh nanti kita turap lagi untuk sebelah kiri dan kanan ya. Termasuk DAS (Daerah Aliran Sungai) kita bagusin kembali agar tidak sepeti yang kemarin. Nantilah kita cek kembali, karena secara geografis tanahnya sama. Saya takut aja, kalau curah hujan yang besar nanti malah merembet ke titik lain,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU-TR) Kota Cilegon, Nana Sulaksana mengklaim, perbaikan JLS ini sudah sesuai dengan harapan yang diinginkan. Bahkan pasca perbaikan, ia menyakini jalan bisa lebih nyaman dirasakan masyarakat.

“Sesuai dengan progres lah. Meskipun baru sekian persen saja. Perbaikan ini tak sampai di sini saja, karena harus dibuat TPT dan pekerjaan lain yang harus dikerjakan kembali. Jadi sisanya itu masih menjadi tanggungjawab industri, karena ini kan dana swasta. Apalagi TPT yang akan dibangun itu dari beton setinggi lima meteran. Sekarang aja baru mencapai 3 meter sisanya masih 2 persen lagi yang akan dikerjakan oleh para industri,” pungkasnya.

Sementara itu, Koordinator Pengumpulan Dana Bantuan Konsorsium, Malim Hander Joni mengaku, perbaikan jalan tersebut masih membutuhkan anggaran yang besar. Nilai yang dikumpulkan secara patungan saat ini belum sesuai harapan sebagaimana mengacu pada hasil rapat industri bersama dengan Pemkot Cilegon sebelumnya.

“Kalau dari hasil rapat dengan kenyataan sih masih jauh dari harapan kita. Meskipun begitu, kita bersyukur dari pihak PT KS akan memberikan bantuan untuk kelanjutan perbaikan ini. Adapun anggaran yang sudah dikeluarkan untuk perbaikan jalan ini telah mencapai Rp770 juta,” imbuhnya. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here