20.1 C
New York
Rabu, Juni 3, 2026
BerandaPeristiwaRestrukturisasi Terus Bergejolak, Buruh Nilai Silmy Tak Layak Jadi Dirut KS

Restrukturisasi Terus Bergejolak, Buruh Nilai Silmy Tak Layak Jadi Dirut KS

-

CILEGON, SSC – Gelombang penolakan dari buruh outsourching menyikapi kebijakan restrukturisasi yang diputuskan Direktur Utama PT Krakatau Steel (KS), Silmy Karim terus bergulir. Banyak buruh yang menilai, keputusan restrukturisasi menyiratkan banyak persoalan dan dampak panjangnya membuat ribuan buruh outsourching terancam kehilangan pekerjaan.

Ketua PUK PT Purna Sentana Baja (PSB) yang tergabung dalam Federasi Serikat Buruh Krakatau Steel (FSBKS), Nuryadin adalah salah satu pihak yang menolak keras kebijakan restrukturisasi yang dilakukan Dirut KS Silmy.

Menurut dia, program kebijakan resktrukturisasi bisnis yang dijalankan Silmy dinilai tanpa arah dan tidak akan membawa perubahan besar. Restrukturisasi bisnis seperti menjalankan dua pabrik baik HRM dan CSM tidak membawa pengaruh apapun. Pabrik, kata dia, masih tetap berjalan tanpa perlu ada keputusan restukturisasi yang dilakukan Dirut Silmy.

Ia menyebut, restrukturisasi itu hanya mementingkan aspek bisnis dan keuntungan belaka. Silmy dinilai mengabaikan nasib buruh outsourching. Adanya persoalan itu, buruh menganggap Silmy Karim bukanlah pemimpin yang layak menjadi Direktur Utama KS.

“Pak Silmy yang terhormat, sepertinya bapak tidak layak atau belum layak menjadi Dirut BUMN. Menurut kami beliau memang hebat, tapi cocoknya jadi dirut pengembangan, karena selalu memikirikan kepentingan untung, tanpa mementingkan dampak dari buruh,” terang dia.

Dia kembali menyebut kebijakan yang diambil Dirut Silmy hanya mengejar untung bagi KS saja. Tugas Silmy diibaratkan seperti tugas seorang marketing.

“Terus apa bedanya dengan marketing, kalau selalu memikirkan untung. Tidak memikirkan sosial dan kepentingan masyarakat Cilegon,” ujarnya.

Dilanjutkan dia, KS semestinya bisa belajar dari berbagai persoalan yang belakangan mencuat di berbagai media. Pengunduran diri Komisaris Independen, Roy Paningkas menjadi jawaban jika KS penuh dengan masalah.

“Komisaris yang kemarin mengundurkan diri, karena beliau yang tahu daleman KS yang sesungguhnya. Bukan pak Silmy yang tahu kulitnya KS, tidak tahu dalam KS. Karena memang (komisaris independen) tahu persis sebenarnya KS arahnya kemana. Ya tidak mungkin dia mau dijerumuskan,” tegasnya.(Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -DEWAN 2