CILEGON,SSC – Penyelenggaraan rotasi dan mutasi ASN rupanya tidak akan berjalan mulus. Pasalnya, penyelenggara rotasi dan mutasi ini masih terganjal dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2016 tentang Pembentukan Perangkat Daerah. Perda tersebut saat ini tengah diajukan Pemerintah Kota Cilegon untuk direvisi oleh DPRD Kota Cilegon.

Walikota Cilegon, Edi Ariadi mengatakan, saat ini pemkot masih terkendala dengan dengan perda (peraturan daerah) tentang penghapusan BPBJ (Badan Pengadaan Barang dan Jasa) menjadi Bagian Pengadaan Barang dan Jasa). Dengan kondisi ini, tentunya membutuhkan perubahan sehingga mutasi dan rotasi dapat diselenggarakan.

“Jadi sekarang kondisinya kita (Pemkot,red) masih terbentur adanya penghapusan Badan Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) menjadi Bagian Barang dan Jasa (BBJ). Oleh karena itu, penyelenggaraan mutasi rotasi masih terbentur dengan perda tersebut,” kata Edi, kemarin.

Adanya persoalan tersebut, Edi meminta kepada seluruh ASN di Pemkot Cilegon untuk dapar bersabar menunggu revisi perda BBJ agar dapat disetujui oleh DPRD.

“Itu masih ada perda yang dirubah. Jadi saya minta sabar,” ujar Mantan Kepala Bappeda Cilegon.

Sementara itu, Ketua Baperjakat Pemkot Cilegon, Sari Suryati berharap agar perda (Perda) Nomor 3 Tahun 2016 tentang Pembentukan Perangkat Daerah dapat segera dirampungkan.

“Targetnya mudah-Mudahan cepat selesai di DPRD. Kita sih berharap bisa pararel aja antara mutasi rotasi dan penyelesaian perda Pembentukan Perangkat Daerah,” pungkasnya. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here