Kadis Satpol PP Kota Cilegon, Juhadi M Sukur dikonfirmasi awak media saat di salah satu hotel di Cilegon, Kamis (15/11/2018). Foto Elfrida Ully Artha/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Dinas Satuan Pamong Praja (Satpol PP) cukup kewalahan menangani persoalan penyakit masyarakat (pekat) yang ada di Kota Cilegon. Sebab, selama ini hanya Dinas Satpol PP saja yang bekerja melakukan penindakan terhadap pekat ini.

Kadis Satpol PP, Juhadi M Syukur mengatakan, penanganan permasalahan penyakit masyarakat di Cilegon tidak dapat dilakukan secara sendiri. Walaupun sebagai OPD penegak Perda, penanganan tersebut masih membutuhkan koordinasi dengan sejumlah OPD terkait.

“Kita kan hanya sebagai eksekutor aja untuk masalah penyakit masyarakat ini. Semestinya, ada dinas terkait juga membantu menangani penyakit masyarakat ini. Kan yang punya kebijakan ada di dinas teknis, kita (Satpol PP) hanya sebagai eksekutor aja,” kata Juhadi kepada awak media disela kegiatan Gebyar Doorprize dan Pemberian Penghargaan Bagi Pajak Daerah di salah satu rumah makan di Kota Cilegon,” Kami (15/11/2018).

Menurutnya, koordinasi dengan sejumlah OPD ini penting adanya agar penanganan masalah penyakit masyarakat dapat menyeluruh.

“Bila dilihat dari Permendagri nomor 58 tahun 2011 Satpol PP hanya sebagai esektutor dalam masalah peredaraan miras maupun yustisi. Untuk itu, bantuan dari dinas terkait akan mampu membantu kami dalam menangani persoalan ini,” harapnya.

Meski demikian, Juhadi mengatakan, pihaknya tetap terus berkoordinasi dengan pihak kopolisian dan TNI mengatasi masalah tersebut. Khususnya pengawasan terhadap peredaran minuman keras, salon esek-esek hingga pekat yang menganggu ketertiban umum.

“Tentu koordinasi terus dilakukan dengan Polri dan TNI. Kita (Satpol PP) tidak ingin ketertiban masyarakat terganggu dengan adanya miras, salon esek-esek hingga yustisi,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Walikota Cilegon Edi Ariadi telah memerintahkan Dinas Satpol PP selaku penegak perda untuk memperketat pengawasan pekat. Utamanya, peredaran miras yang disinyalir banyak diperjualbelikan di tempat hiburan malam.

Diberitakan sebelumnya, Satuan Reserse Kriminal (Satserse) Polres Cilegon berhasil menangkap BY, Bos minuman keras (miras) impor oplosan di Lingkungan Glereng, Kelurahan Randakari, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon. Selain BY, polisi juga menangkap 4 tersangka lain yang menjadi pelaku jaringan pengedaran miras palsu ini ke sejumlah tempat hiburan malam di Cilegon. Penangkapan ini terungkap dalam gelar kasya perkara di Mapolres Cilegon, Kamis (8/11/2018). (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here