Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cilegon, Juhadi M Sukur di wawancara di Kantornya, Jumat (14/9/2018). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Pengelola Tempat Hiburan Malam dipanggil Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cilegon, Jumat (14/9/2018) untuk menyampaikan pengarahan. Pemanggilan yang diwakilkan oleh 7 pengelola tempat hiburan malam ini dilakukan sehubungan dengan masih adanya tempat hiburan malam yang bandel membuka aktivitas melebihi jam tayang.

Kepala Dinas Satpol PP Cilegon, Juhadi M Syukur mengatakan, pemanggilan tersebut dilakukan semata-mata sebagai bentuk pembinaan kepada pengelola tempat hiburan malam. Sebagaimana temuan di lapangan dalam upaya pemkot menegakkan perda nomor 2 Tahun 2003 tentang penyelenggaraan tempat hiburan, kata dia, Satpol PP tidak hanya bertugas melakukan upaya penindakan namun juga melakukan upaya pendekatan dengan cara-cara persuasif.

“Acuan kita kan di Satpol PP harus persuasif dan dialogis, dikala ada temuan dilapangan, harus kita bicarakan. Kalau dia melanggar, kita kan kasih peringatan bukan surat saja tapi dengan bahasa. Yuk, kalau dia pengelola tempat hiburan dan saya penegak perda, berarti harus saling menghargai dan menghormati,” paparnya.

Upaya persuasif dengan memberi pengarahan ini, lanjut Juhadi, tidak lain agar pengelola tempat hiburan mematuhi perda yang ada. Termasuk juga menyampaikan penegakan perda nomor 5 tahun 2001 diantaranya menyangkut tentang peredaran minuman keras.

“Jadi dengan (upaya persuasif) ini, perda kita dihargai oleh mereka. Selama ini kan kita tidak berbuat banyak, cuman hanya (penegakan perda)jam tayang saja.  Paling sekali-kali perda nomor 5 tahun 2001 tentang prostitusinya, tentang narkobanya, tentang mirasnya,” tandasnya.

Juhadi menyampaikan, agar pengarahan tersebut dapat dijalankan dan tidak diabaikan begitu saja oleh pengelola tempat hiburan.  Pihaknya tidak berharap, persoalan yang masih berkepanjangan itu berujung hingga  pencabutan izin usaha lantaran masih ada yang tidak taat aturan.

“Kan masih ada teguran satu, dua. Jangan sampai kalau bisa mah (tanpa penindakan). Kalau memang menghendaki, ada tindakan-tindakan yang harus kita laksanakan,” tegasnya. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here