Suasana perhitungan suara di salah satu TPS di Kota Cilegon.(Foto Dokumentasi)

CILEGON, SSC – Perolehan suara baik Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Nasional Demokrat yang merupakan partai koalisi Pasangan Capres dan Cawapres Nomor Urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Kota Cilegon, Anjlok.

Dari rekapitulasi perolehan suara di Cilegon, PPP mendapatkan 11.541 suara. Diprediksi jatah kursi yang diraih hanya 2 kursi. Jumlah ini turun dibanding pemilu 2014 lalu dengan perolehan kala itu 4 kursi. Sementara Nasdem memperoleh sebanyak 17.483 suara. Jatah kursi Partai besutan Surya Paloh ini juga turun. Pada pemilu 2014 lalu, Nasdem mendapat 4 kursi, kini diprediksi turun menjadi 3 kursi. Begitu juga dengan perolehan suara PKB sebanyak 12.113 diprediksi hanya mendapat jatah 1 kursi. Pada pemilu yang sama sebelumnya PKB mendapat 2 kursi.

Baca : Golkar Dulang Suara Terbanyak di Pileg DPRD Cilegon, Diikuti Gerindra, PKS dan Berkarya

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Cilegon, Sihabudin Sibli tak membantah hasil perolehan kursi  PPP pada pileg ini jauh dibanding pemilu 2014. Faktor yang melatarbelakangi itu, kata dia, dimungkinkan karena dampak pilpres sehingga beribas terhadap pileg.

“Mungkin karena faktor PPP menjadi salah satu partai pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilres kemarin. Sehingga kursi di PPP anjlok dari target yang kita harapkan,” ujarnya.

Meski demikian, PPP Cilegon tetap mendukung capres dan cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin. PPP tetap mendukung Capres Jokowi menjadi presiden dua periode.

“Karena udah keputusan pusat, kita tetap dan harus mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin. Dan kita pun harus melaksanakan dan menjalankan apa yang sudah diatur dari pusat,” kata Sihabudin kepada Selatsunda.com, Senin (6/5/2019).

Baca juga : Ini Nama 40 Caleg yang Diprediksi Melenggang ke DPRD Cilegon

Sementara itu, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Nasdem Kota Cilegon, Erick Rebiin, mengaku bila perolehan suara turun dari Pemilu 2014 lalu. Di mana, target kursi di Pemilu 2014 sesuai yang diharapkan atau sebanyak 4 kursi. Namun pada pemilu kali ini, Nasdem hanya mampu meraih 3 kursi di DPRD.

“Jika dilihat dari pengamatan saya dan teman-teman di internal, ini efek Pilres. Karena di Cilegon kan hampir mendukung presiden nomor urut 02. Sementara, Nasdem mendukung nomor urut 01. Dan hampir masyarakat melihat sosok dari Prabowo dan Sandiaga Uno. Meski suara Partai Nasdem anjlok karena mendukung paslon nomor urut 01, kami (Partai Nasdem,red) tetap optimis mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden RI,” ucap Erick.

Tak jauh beda disampaikan oleh Erik, salah satu anggota DPRD Cilegon dari PKB, Syarief Ridwan mengungkapkan, anjloknya perolehan suara PKB dinilai karena ada pengaruh unsur ketua hingga tim pemenangan belum maksimal  memenangkan pilpres dan pileg. Selain itu, kata dia, ada juga pengaruh karena legislatif yang dicalonkan cenderung berpikiran idealis tanpa diimbangi kemampuan finansial.

“Selain faktor PKB ini mengarah untuk mendukung presiden dan wakil presiden nomor urut 01, membuat suara PKB Cilegon berkurang. Tapi, faktor-faktor lainnya seperti caleg di PKB hampir orang-orang idealis membuat suara kami menurun,” ucapnya.

Meski demkian, PKB Kota Cilegon, tetap komitmen dalam memperjuangkan Jokowi-Ma’ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden.

“Karena ini tuntutan dari pusat, harus kita lakukan semaksimal mungkin. Inilah politik, harus dilakukan sebagaimana caranya,” pungkasnya. (Ully/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?