TANGERANG, SSC – Sukses dengan pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) lintas negara (cross border) di negara Jepang, rencananya Bank Indonesia (BI) akan kembali memperluas kerja sama dengan Saudi Arabia untuk pembayaran digital.
“Kami (BI) tengah menjajaki kerjasama dengan Saudi Arabia untuk berdiskusi dalam rangka pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS),” kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta pada Ajang Digiwara Award 2025 yang berlangsung di Bintaro Jaya Xchange Mall 2, Jumat (24/5/2025) kemarin.
Penjajakan ini dilakukan, agar masyarakat tidak perlu lagi membawa uang cash mata uang real saat melakukan ibadah haji. Tapi bisa menggunakan QRIS dalam melakukan transaksi keuangan.
“Jadi nggak usah lagi bawa real. Tinggal menggunakan QRIS. diskusi dengan Otoritas Moneter Arab Saudi,” ucapnya.
Saat ini, Kementerian Haji dan Umroh Kerajaan Arab Saudi juga sedang mendorong program penggunaan pembayaran digital bagi jemaah haji dan umrah, terutama untuk negara dengan jumlah jemaah besar seperti Indonesia.
“Mudah-mudahan nanti dengan kita akan lanjut di akhir bulan ini akan ada diskusi secara intensif dengan Kementerian Haji dan Umroh dari Saudi Arabia,” ujar dia.
Lebih lanjut, Filianingsih menjelaskan bahwa hambatan utama dalam penerapan QRIS lintas negara terletak pada perbedaan struktur kelembagaan sistem pembayaran di masing-masing negara.
Sebab, proses kerja sama QRIS antarnegara diawali melalui otoritas sistem pembayaran. Namun, tidak semua negara menempatkan otoritas sistem pembayarannya di bawah bank sentral seperti di Indonesia.
Kondisi ini, sambung Filianingsih menyebabkan BI perlu lebih dahulu mempelajari struktur otoritas di negara mitra, menyesuaikan ketentuan regulasi, dan menyelaraskan infrastruktur sistem pembayaran yang digunakan.
Setelah itu, barulah dapat dilanjutkan ke tahap kerja sama dengan pelaku industri dan pengujian sistem (sandbox). (Ully/Red)

