CILEGON, SSC – Plt Walikota, Edi Ariadi memberikan ultimatum keras untuk perusahaan yang enggan membantu Pemkot Cilegon memperbaiki akses Jalan Lingkar Selatan (JLS) yang ambrol beberapa pekan lalu.

“Awas aja kalau mereka (industri, red) di wilayah Ciwandan itu enggak bisa berpartisipasi untuk memperbaiki akses JLS yang ambrol itu. Besok kita akan panggil mereka untuk rapat untuk meminta partisipasi industri di sana,” kata Edi usai menghadiri Rapat Paripurna Luar Biasa Rekomendasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Cilegon tahun 2017, Rabu (2/5/2018).

Edi mengaku, untuk perbaikan JLS yang ambrol ini, dana yang dibutuhkan tidak kecil. Kerusakan jalan yang ambrol ini dengan kedalaman 10 meter, membutuhkan angaran sekitar Rp4,5 miliar. Sedangkan, Pemkot Cilegon hanya bisa menganggarkan biaya melalui anggaran pemeliharaan sebesar Rp1,7 miliar.

“Pokoknya jangan enak-enak aja industri di sana berdiri tapi enggak ada kontribsu untuk perbaikan JLS yang ambrol ini. Harus sama-sama bantu kami untum masalah penganggaran ini,” ujarnya.

Edi mengaku, pos angaran Dana Tidak Terduga (DTT) pun menurut Edi tidak bisa digunakan oleh Pemerintah Kota Cilegon. Karena pos itu menurutnya baru bisa jika sudah ada penetapan bencana nasional yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

Dengan pos anggaran pemeliharaan drainase itu, menurut Edi, proses perbaikan bisa cepat karena untuk mencairkan anggaran itu cukup dengan persetujuan kepala dinas.(Ully/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here