Kepala UPT Pasar Kranggot, Kota Cilegon Rogayah, diwawancara. Selasa (23/1/2024). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Tahun ini, tarif retribusi sewa kios Pasar Kranggot di Kota Cilegon akan mengalami kenaikan. Kenaikan tarif ini mencapai 10 persen dari tahun sebelumnya.

Demikian disampaikan Kepala UPT Pasar Kranggot, Kota Cilegon Rogayah, Selasa (23/1/2024). Ia mengatakan, kenaikan tarif retribusi mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2024 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dan Peraturan Walikota (Perwal).

“Untuk saat ini, kita (UPT Pasar Kranggot) menunggu Perda Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini ditandatangani oleh Bu Kadis Disperindag. Selain itu, Perwal pun tengah digodok dan belum rampung dibuat. Setelah Perda dan Perwal tersebut rampung, barulah kita sosialisasikan ke masyarakat jika tarif retribusi ini telah naik dari tahun sebelumnya,” kata Rogayah, Selasa (23/1/2024).

Baca juga  PDAM Kota Cilegon Targetkan Tekan Kebocoran  Hingga Dibawah 20 Persen di 2024

Adapun kenaikan tarif ini, untuk sewa los permanen diatas 4 meter sebelumnya Rp 500 kini menjadi Rp 1.000. Kios dan toko ukuran 4-6 meter sebelumnya Rp 1.000 menjadi Rp 2.000, los permanen ukuran 6 hingga 12 meter sebelumnya Rp 2.500 menjadi Rp 4.000 dan sewa kios tipe B ukuran 10 meter menjadi Rp 400.000 per bulan.

“Sambil menunggu perwal disahkan, kami (UPT Pasar Kranggot) bersama Kepala Paguyuban Pasar Kranggot bersama-sama melakukan sosialisasi kepada pedagang. Sebab, berdasarkan perdanya, rencananya Perda kenaikan tarif itu direncanakan pada 15 Januari 2024 kemarin. Nah, sambil menunggu perwalnya disahkan, kami lakukan sosialisasi kepada pedagang,” ujarnya.

Rogayah menyatakan, tarif tersebut sudah 12 tahun tidak terjadi kenaikan di Pasar Kranggot. Selain karena hal itu, kenaikan tarif juga mempertimbangkan hal lainnya.

Baca juga  Seleksi Calon Paskibraka Cilegon 2024 Dijamin Tak Ada Titipan

“Sudah 12 tahun memang belum terjadi kenaikan tarif apapun. Dan ini harus benar-benar kami sampaikan. Kenaikan tarif ini pun karena dipengaruhi juga adanya kenaikan rupiah, harga-harga mengalami kenaikan. Jadi perlu kita naikan tarif retribusi tersebut,” pungkas Rogayah.

Untuk diketahui, total pedagang di Pasar Kranggot terdiri dari pedagang kios sebanyak 678 pedagang, emprakan 200 pedagang dan pedagang di pelataran (pedagang di bantaran sungai) 1.200 pedagang. (Ully/Red)