CILEGON, SSC – Pemerintah Kota Cilegon melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cilegon bersama dengan MUI Provinsi Banten menyelenggarakan Pengajian Ulama dan Umaro yang diselenggarakan di Islamic Center Cilegon, Rabu (09/10/2019). Penyelenggaraan tersebut dalam rangka menjalin serta mempekuat antara ulama dan Pemerintah serta masyarakat. Pada kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan piagam penghargaan dari MUI Provinsi Banten kepada Walikota Cilegon, serta dialog keagamaan dan ceramah agama yang berlaku sebagai pembicara H. Endang Saiful Anwar, Lc.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Walikota Cilegon, Ketua DPRD Kota Cilegon, Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon, Unsur Forkopimda Provinsi Banten, Unsur Forkopimda Kota Cilegon, Ketua Umum MUI Provinsi Banten, Ketua MUI Kota Cilegon, Ketua MUI se-Provinsi Banten, Kepala Kantor Kemenag Kota Cilegon, Pejabat Eselon II, III dan IV di lingkungan Pemerintah Kota Cilegon , serta para alim ulama dan tokoh masyarakat.
Walikota Cilegon Edi Ariadi dalam sambutannya mengatakan, Edi juga mengungkapkan bahwa Kota Cilegon telah melakukan kegiatan pengajian ulama dan umaro sejak dari tahun 2011.
“Alhamdulillah perlu diketahui bersama di Kota Cilegon pengajian ulama dan umaro telah kita lakukan dari tahun 2011 hingga sampai saat ini. Karena melalui pengajian ini akan merawat ukhwah islamiyah dan komitmen bersama dalam terwujudnya sinergitas antara ulama dan umaro, sehingga menjadikan suasana masyarakat yang aman, damai, makmur lahir batin, dunia akhorat,” ujarnya.
Selain itu, Edi mengungkapkan bahwa kehadiran peran dan fungsi para ulama sangat diharapkan oleh masyakarat, mengingat bahwa ulama merupakan pewaris para Nabi dan Rosul, sebagai pihak yang yang bertanggung jawab dalam mensosialisasikan dan berorientasi pada transformasi sosial yang berkeadilan, kemaslahatan dan menjungjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
“Dengan kemajuan zaman yang begitu kompetitif, kedepannya kami dan masyarakat mengharapkan agar para ulama bisa berperan lebih aktif dalam mencarikan alternatif-alternatif baru bagi pemecah problem-problem sosial keagamaan dan kemasyarakatan, serta menawarkan ide-ide dan gagasan dalam memberikan solusi pemecahan problem sosial dan ekonomi, hal tersbut termasuk salah satu pendekatan dan metose dakwah baru yang efektif. Dan juga para ulama diharapkan dapat berfingsi sebagai penasehat pemerintah,” ungapnya.
Sementara itu, Edi berharap kepada masyarakat Kota Cilegon supaya terus berjuang dalam mengetengahkan islam sebagai Rahmatan Lik Alamin. “Kita semua harus terus berjuang dan mampu tampil di barisan terdepan dalam melakukan gerakan transformatif melegitimasi yang benar, menata hati masyarakat, membangun produktivitas sosial, sehingga dapat bekerja dan berkarya dengan berorientasi pada kepentingan agama, bangsa, negara dan masyarakat,” harapnya. (Ully/Ronald/Red)

