Walikota Serang, Syafrudin melantik pengurus Bandrong Banten di Alun-alun Kota Serang,” Minggu (22/12/2019) Foto : Ajat Sudrajat/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Walikota Serang, Syafrudin mengajak kepada seluruh warga Banten untuk melestarikan budaya asli warisan leluhur seperti Pencak Silat Bandrong. Dimana Bandrong merupakan kesenian bela diri khas dari Banten yang sudah ada dari zaman Kesultanan Banten.

“Maka kita harus melestarikannya.
Budaya Bandrong ini adalah budaya asli Banten, kemudian, kalau kita sudah berbicara asli Banten ini harus dilestarikan dan dikembangkan,” kata Syafrudin usai melantik ribuan anggota Bandrong dari seluruh Indonesia yang digelar di Alun-alun Timur, Kota Serang, Minggu (22/12/2019).

Syafrudin yang juga Ketua Dewan Pimpinan Pusat PPSBI memaparkan, Banten merupakan pusat berkembangnya ritual bela diri silat yang mengandung praktik pertarungan, terapi, meditasi, teknik pernafasan, latihan penguatan tubuh dan teknik kekebalan. Karena warisan inilah, banyak dari negara lain datang ke Banten hanya untuk sekedar mempelajarinya.

Baca juga  Mantap! PT Pelabuhan Cilegon Mandiri Raih Predikat Top BUMD Terbaik 2024

“Contohnya saja sejak sebulan lalu, pengiat kesenian perwakilan Malaysia dan Singapura datang ke Banten hanya sekedar mempelajari kesenian silat ini,” paparnya.

Tak jauh berbeda disampaikan walikota,
Majlis Tinggi PPSBI, Mansyur Muhyidin mengaku, Banten banyak memiliki warisan yang musti dilestarikan dan dikembangkan salah satunya Bandrong. Dengan warisan yang dikembangkan ini tentunya akan membawa nama Indonesia lebih besar lagi.

“Di Banten sudah ada Muala Yusuf, di Cilegon juga sudah ada Geger Cilegon. Keberadaan dua lokasi sejarah ini sebagai bentuk perjuangan yang dilakukan oleh orang-orang Banten,” akunya.

Lebih lanjut, kata dia, warga Banten punya andil besar dalam memperkenalkan warisan sejarah ini. Bila perlu diperkenalkan hingga ke mancanegara.

Baca juga  Empat Kecamatan di Cilegon Berpotensi Terjadi Pergerakan Tanah, Ini Wilayahnya

“Di Serpong ada yang namanya Makam Seribu. Disana bisa kita pelajari peristiwa sewaktu orang Banten melakukan perlawanan terhadap Belanda saat merebut Ibu Kota,” lanjutnya.

Mengenai visi misi Perguruan Pencak Silat Bandrong, Muhyidin mengatakan ada 3 yang yang harus ditekankan, yaitu Idealisme Silaturahim serta memberdayakan umat.

Ia berpesan kepada anggota Bandrong dan seluruh pejuang untuk bersama-sama menjaga warisan Banten serta menjaga ilmu akhlaq dan adab.

“Jangan sampai ada pejuang yang tidak beradab,” pungkasnya. (MG-01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini