Ilustrasi (Foto dok)

CILEGON, SSC – Sekitar 75 persen dari 830 orang Jemaah Calon Haji (JCH) di Kota Cilegon masuk dalam kategori beresiko tinggi (Resti). JCH ini beresiko karena mengidap penyakit hipertensi, gula, kolesterol tinggi dan asam urat.

“Semua calhaj yang mengidap penyakit hipertensi tidak melihat umur. Baik muda maupun tua mengidap penyakit ini. Dan 75 persen calhaj di Cilegon mengidap penyakit berisiko tinggi,” kata dr Arriadna kepada Selatsunda.com belum lama ini.

Meskipun mengidap penyakit beresiko tinggi, Kadis yang kerap disapa Nana ini, JCH tetap diperbolehkan untuk menunaikan ibadah haji.

“JCH banyak yang masuk Resti, namun tetap diberangkatkan dalam pengawasan yang ketat dari tim kesehatan kami,” ujarnya.

Dibandingkan tahun sebelumnya, masih kata Nana, jumlah CHJ yang mengidap penyakit hipertensi mengalami peningkatan. Tahun lalu mencapai 60  persen.

“Trennya memang di tahun ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya,” kata Nana.

Di tempat terpisah, Kasubag Bina Keagamaan Dan Bintal Kota Cilegon Rahmatullah memaparkan, sebanyak 830 calon jemaah haji di Cilegon akan diberangkatkan pada tahun ini. Jumlah tahun ini cenderung menurun dibanding tahun sebelumnya sebanyak 900 calon jemaah haji. Nantinya, JCH yang diberangkatkan akan dibagi menjadi 3 kloter.

“Pada kloter pertama sebanyak 392 calhaj akan berangkat. Kloter 2 sebanyak 393 calhaj, kloter 3 diberangkatkan sebanyak 45 orang,” ujar Rahmatullah. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here