ASN saat di Kantor Pemerintahan Kota Cilegon (Foto dok)

CILEGON, SSC – Sudah tidak zamannya lagi menunjuk ASN pada suatu penempatan jabatan dengan berprinsip suka dan tidak suka. Hal ini disampaikan Salman Sijabat usai memberikan Sosialisasi Penyusunan Standar Kompetensi Jabatan di Aula Setda Cilegon, Selasa (31/7/2018).

Menurut Asisten Deputi Pengembangan Kompetensi dan Kinerja Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur pada Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) ini, penempatan pejabat dengan pola itu masih ditemui di birokrasi sekalipun sudah direduksi. Namun implikasi itu, banyak pegawai yang mengisi jabatan tidak sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.

“Masalah suka dan tidak suka, dengan sendirinya tereduksi. Karena sekarang sudah ada kompetensi-kompetensi, maka tidak ada lagi itu. Prinsipnya kan married, tidak ada lagi suka dan tidak suka. Married berdasarkan kompetensi tanpa diskriminasi suka dan atau tidak suka,” paparnya.

Oleh karena itu sebelum dimutasi, lanjut Salman, Pemerintah Kota Cilegon diminta dapat mengukur kemampuan seorang pegawai sesuai dengan kompetensinya. Penegasan itu sebagaimana juga menekankan Peraturan Menpan RB Nomor 38 tahun 2017 tentang Standar Kompetensi Jabatan ASN.

“Sebelum nantinya Pemkot Cilegon ini melaksanakan mutasi seluruh pegawainya, maka perlu mengetahui latar belakang pendidikan pegawai yang matang dan juga pengalaman,” kata Salman.

Dengan begitu, tugas dari Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) turut dipermudah dalam menentukan formasi jabatan.

“Jadi saat akan melakukan mutasi jabatan ini, Baperjakat bisa lebih mudah dalam mengisi formasi jabatan di masing- masing pegawainya,” tambahnya.

Sementara itu, Kasubag Kelembagaan dan Anforjab pada Bagian Organisasi Setda Kota Cilegon, Ipung Setianingrum mengaku, Penyusunan Standar Kompetensi Jabatan (SKJ) masih belum rampung. SKJ itu perlu diselesaikan untuk mewujudkan profesionalisme seluruh pegawai di lingkungan Pemkot.

“Untuk di Pemkot Cilegon tinggal satu pilar yang harus diselesaikan, yaitu standar kompetensi pejabat. Sedangkan untuk tiga pilar lain sudah kita selesaikan (analisis jabatan, analisis beban kerja dan evaluasi jabatan). Berharap, satu pilar yang belum selesai ini bisa rampung di tahun ini,” harapnya. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here