CILEGON, SSC – Beberapa hari terakhir saat bulan Ramadan, Harga sejumlah bahan pokok di Kota Cilegon mengalami trend kenaikan. Kenaikan itu bahkan mencapai 25 persen dibanding hari biasa.

Harga sembako dari sejumlah pasar tradisional seperti bawang merah naik Rp. 40.000 sampai Rp. 45.000 perkilogramnya. Harga itu naik dari harga sebelumnya Rp 30.000 perkilogram. Sementara harga cabe rawit hijau sebelumnya Rp 28.000 kini tembus Rp 30.000 per kg. Begitupun cabe rawit merah, harga sebelumnya Rp 31.000 kini menjadi Rp 33.000 per kg, cabai merah sebelumnya Rp 38.000 kini Rp 40.000 per kg. Bawang putih sebelumnya Rp 24.000 kini menjadi Rp 27.000 per kg.

Salah satu pedagang di Pasar Kranggot, Eneng mengatakan, kenaikan yang paling tinggi terjadi pada bawang merah. Kenaikan harga mencapai 25 persen.

“Naiknya cukup luar biasanya Mba. Biasanya hanya Rp25.000-Rp30.000 ribu/kg tapi sekarang udah tembus hingga Rp40.000-45.000 per kg,” kata Eneng kepada Selatsunda.com, Selasa (22/5/2018).

Eneng menambahkan, imbas dari kenaikan ini, berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat di bulan puasa.

“Kalau hari biasa sih pembeli ini beli sampai 1-2 kg, tapi di Ramadan mereka hanya beli 1/2 kg atau 1/4 kg doang. Sedangkan stok banyak banyak,” keluhnya.

Ia tidak menampik jika kenaikan harga itu sudah mulai dikeluhkan masyarakat. Ia berharap, Pemerintah atau Satgas Pangan dapat turun kelokasi untuk menstabilkan harga.

“Dari Pemda sih belum ada pengecekan atau tinjauan di pasar. Saya sih ingin ada Pemerintah maupun Satgas Pangan bisa ngecek ke lapangan langsung. Takutnya, ada permainan harga dilakukan oleh tengkulak maupun pihak-pihak lain yang mempermainkan harga, sehingga meresahkan pembeli dengan kenaikan harga,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) Pasar Baru Kranggot kota Cilegon, Muhibin membantah terjadi kenaikan harga sembako. Harga sejumlah bahan pokok diklaim stabil dan belum terdapat lonjakan.

“Stabil aja kok. Enggak ada kenaikan apapun. Paling juga naik itu pas sebelum puasa, kalau saat ini harga terpantau stabil aja,” ujar Muhibin.

Bilamana terjadi kenaikan, kata Muhibin, pihaknya akan bekerjasama dengan Disperindag untuk mengambil langkah antisipatif. Salah satunya dengan menyelenggarakan bazar murah supaya masyarakat terbantu.

“Informasi dari dinas sih minggu-minggu ini bazar murah dilakukan. Kita sih prinsip menunggu informasi lanjutnya dari pihak dinas,” pungkasnya. (Ully/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here