Simulasi belajar dengan tatap muka mulai di gelar di beberapa sekolah di Kota Cilegon, Selasa (4/8/2020). Foto Istimewa

CILEGON, SSC – Beberapa sekolah di Kota Cilegon, Selasa (4/8/2020) pagi mulai menggelar simulasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka setelah 4 (empat) bulan libur pasca pademi covid-19.

Pantauan Selatsunda.com di lokasi, beberapa sekolah di tingkat SD (Sekolah Dasar) dan SMP (Sekolah Menenggah Pertama) telah mulai belajar mengajar. Seperti di SD Negeri 03 Cibeber, Kecamatan Cibeber sebelum memulai belajar, para siswa terlihat diminta oleh sekolah untuk cuci tangan terlebih dulu, memggunakan masker, dan menjaga jarak di setiap kursi di masing-masing kelas.

Kepala SDN 03 Cibeber, Enas Nasroh mengatakan, simulasi belajar tatap muka ini
baru pertama kali digelar setelah diberikan izin dari Dinas Pendidikan (Dindik).

“Hari ini sudah kita mulai dulu simulasi sekolah tatap muka. Sekolah tatap muka kita buat 2 shift. Shift pertama dimulai dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB dengan jumlah siswa 14 siswa. Sedangkan untuk shift kedua, dimulia dari jam 09.00 WIB hingga 11.00 WIB. Kita tidak ada istirahat langsung selama dua jam belajar,” kata Enas kepada Selatsunda.com

Sementara Kepala SMP 7Negeri Cilegon, Naziah Tamaen mengaku telah melakukan pembelajaran tatap muka dengan para siswa usai libur 4 bulan akibat covid-19.

“Hari ini kita (SMP 7 Cilegon) sudah melakukan kegiatan pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid -19. Dalam proses pembelajaran, pihak sekolah tetap mengutamakan protokol kesehatan,” ujar Naziah.

Sementara itu, salah satu wali murid di SDN 03 Cibeber, Wiwi mengaku cukup senang dengan mulai disimulasikannya sekolah tatap muka di Cilegon. Pola tatap muka ini, kata Wiwi, sangat membantu anaknya. Karena belajar dengan dari pada pola sebelumnya saat pandemi Covid-19 dinilai tidak efektif.

“Sangat terbantu banget dengan sekolah tatap muka ini. Dengan sekolah tatap muka ini, kita tak harus repot – repot membantu anaknya saat belajar daring. Soalnya kalau di rumah belajarnya enggak efektif, karena ibu rumah tangga sibuk di rumah kan jadi enggak fokus ngajarinnya,” katanya.

Untuk melindungi anaknya, ia mengingatkan anaknya agar rajin mencuci tangan dan menjaga jarak saat belajar berlangsung.

“Pengawasan terus, bahkan kalau di rumah enggak pernah keluar,” tandasnya. (Ully/Red)