Warga memilih buku baca saat di perpustakaan yang ada di Kantor Keluruhan Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Selasa, (4/8/2020). Foto Fathulrizkoh/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Minat baca masyarakat di Kota Serang masih tergolong rendah. Dari data yang dilansir Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Serang, minat baca mencapai 3,14 persen.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Serang, Wahyu Nurjamil mengatakan, minat baca tergolong rendah karena minimnya fasilitas yang tersedia.

“3,14 persen itu sangat rendah untuk minat baca di wilayah Kota Serang. Maka instruksi Pak Wali, infrastuktur dulu yang dibangun, jadi masyarakat terfasilitasi” Imbuh Wahyu kepada awak media, Selasa (4/8/2020).

Lebih lanjut, Wahyu mengungkapkan, saat ini upaya Dinas Perpustakaan dalam meningkatkan minat baca sudah mulai dilakukan. Satu diantaranya dengan membangun pojok baca.

Dari Januari hingga Agustus 2020, kata kadis, pihaknya sudah membangun 8 titik pojok baca yang tersebar di sekolah, pondok pesantren, kantor-kantor administrasi seperti kelurahan dan tempat-tempat keramaian di Kota Serang.

“Tahun ini Dinas Perpustakaan sudah mambangun 5 pojok baca, 3 pojok baca sumbangan dari CSR” tambahnya.

Sementara, Walikota Serang, Syafrudin mengatakan, pihaknya dalam meningkatkan minat baca menginginkan agar pojok baca di Kota Serang diperbanyak.

“Tahun ini minimal 10, maksimal 20” Ucap Syafrudin saat diwawancarai.

Selain itu, Syafrudin mendorong upaya yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Serang.

Pihaknya berharap agar Dinas Perpustakaan dalam menumbuhkan minat baca masyarakat dapat terus melakukan terobosan-terobosan.

“Kami (Pemkot Serang) meninjau langsung. Harapannya, pojok baca ini ditahun-tahun berikutnya harus ada di semua tempat administrasi” pungkasnya. (SSC-03/Red)