20.1 C
New York
Kamis, Desember 11, 2025
BerandaPemerintahanBPBD Cilegon Akui Hadapi Sejumlah Kendala Tangani Masalah Banjir

BPBD Cilegon Akui Hadapi Sejumlah Kendala Tangani Masalah Banjir

-

CILEGON, SSC – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon tampak cukup kesulitan mengantisipasi setiap kali terjadi banjir besar di Cilegon terlebih saat masuk di musim penghujan. Pasalnya persoalan ini belum dapat teratasi secara optimal karena sejumlah kendala dasar.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon, Rasmi Widyani saat di Kantor Walikota Cilegon, Rabu (14/11/2018) mengatakan, sekiranya terdapat sekitar 5 wilayah kecamatan di Cilegon yang perlu diwaspadai soal banjir. Menurutnya, antisipasi banjir tidak hanya sekedar permasalahan sampah saja tetapi penangananya perlu dilakukan secara komprehensif melibatkan OPD yang terkait.

“(Potensi banjir) di Merak, Ciwandan, kemudian wilayah pasar blok F, Cibeber, Jombang yang kemarin juga. Itu dari tahun ke tahun-tahun begitu. Makanya coba dibenerin yang benar-benar. Kalau LH yang turun hanya bersihkan sampahnya jadi tidak terlalu signifikan. Jadi kalau (masalah banjir) diserahkan ke BPBD saja, sampai kapan (banjir dapat tertangani), yach begitu-begitu saja,” paparnya.

Selain itu, kata Rasmi, sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki BPBD juga dinilai sebagai satu kendala karena jumlahnya masih tergolong belum ideal. Dari jumlah 14 Tenaga Harian Lepas (THL) dan internal pegawai yang ada, keterbutuhannya dinilai masih belum dapat memenuhi kebutuhan SDM ketika banjir terjadi di sejumlah wilayah.

“Memang cukup kurang. Kan kami itu untuk melayani (masyarakat) yang terjadi banjir, itu ada 14 THL yang dishiftkan. Jadi ada 2 orang yang selalu stand by di kantor menerima informasi dari masyarakat yang membutuhkan. Dan kalau (jumlah) itu mengatasi banjir yang terjadi di daerah A saja, masih bisa diatasi tapi kalau terjadi di A, B, C dan D sekaligus, itu yang kacau,” paparnya.

Sejauh ini, pihaknya turut mendukung upaya dan langkah pemkot memperbaiki gorong-gorong seperti saat ini dilakukan di depan Pemkot dan di perempatan ADB. Begitupun normalisasi sungai lewat program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) juga dinilainya menjadi satu solusi yang telah dijalankan antara pemkot dan TNI agar banjir dapat diminimalisir.

“Kemarin memang sudah ada yang dibongkar, seperti gorong-gorong yang didepan ini kemudian juga di Ciwandan. Kemudian TMMD juga melakukan normalisasi kali, semoga bisa mengurangi potensi banjir,” paparnya. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -