Suasana lahan pemkot di Terminal Terpadu Merak yang sebelumnya digunakan untuk pedagang telah dikosongkan, belum lama ini. Lahan ini akan digunakan oleh PT ASDP untuk pengembangan Dermaga Premium. Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (PT ASDP) menawarkan dua opsi kerja sama dalam memanfaatkan lahan Pemerintah Kota Cilegon seluas 2 hektar yang ada di areal Dermaga Premium, Pelabuhan Merak, Cilegon. Dua opsi ini yaitu kerjasama Pemanfaatan (KSP) Lahan dan sewa lahan.

Hal ini disampaikan Vice President Fasilitas PT ASDP, Ferry Snyders usai mengekspos Dermaga Premium di Kantor Walikota Cilegon, Rabu (14/11/2018).

Lebih jauh dijelaskan Ferry, ekspos penawaran kerjasama yang dilakukan pihaknya ini dalam rangka persiapan pengoperasian Dermaga Premium.

Diketahui, PT ASDP telah membangun dermaga premium di dermaga VI yang masuk dalam Program Pengembangan Kawasan Pelabuhan Penyeberangan Merak. Diarea kawasan ini terdapat lahan pemkot dan lahan Terminal Terpadu Merak (TTM) milik Kementerian Perhubungan yang akan diintegrasikan dengan dermaga premium.

“Dermaga premium kan mendekati persiapan operaisonal tapi kan di area sekitar dermaga premium yaitu di lahan pemerinrah kota dan TTM perlu kita rapiin untuk meningkatkan general Walfare untuk masyarakat disana. Terutama pedagang kita rapiin, bagaimana traffic-nya, bagaimana atur parkirnya,” ungkapnya.

Dalam pemaparan itu, lanjutnya, ASDP menyampaikan dua bentuk penawaran kerjasama dalam memanfaatkan lahan pemkot baik dengan pola KSP maupun sewa lahan.

“Ini ada dua opsi, pertama kerjasama pemanfaatan lahan atau sewa lahan. Itu nanti sedang dikaji oleh tim pemkot sehingga mimggu depan akan kita bicara bagaimana tahapan yang ada di Kemendagri 19,” paparnya.

Menurutnya, keputusan atas dua opsi kerjasama itu sepenuhnya ditentukan oleh pemkot sekalipun bila dikaji keduanya, opsi KSP lebih menguntungkan untuk kedua pihak. Ia juga mengurai, bahwa kajian tersebut masih perlu dilakukan oleh pihaknya mengingat status kepemilikan lahan pemkot itu sendiri belum dibaliknama dari HPL Pelindo.

“Luasan kita mempropose itu 2 hektar. Kami akan membicarakan ke tingkat legal, kan tadi ada surat pernyataan kepemilikan dalam rangka pengurusan aset yang pelimpahan dari pelindo, itu seperti apa masih akan kita tanyakan,” tandasnya.

“Kalau lahan itu digunakan untuk bisnis retail dan sebagainya, KSP memungkinkan. Tapi kan kita konsumsinya dan lahan itu hanya untuk lahan parking dan sifatnya baru merapikan PKL,” terangnya.

Sementara itu, Plt Walikota Cilegon, Edi Ariadi lebih memilih opsi KSP. Namun dari kajian ASDP, hitungan nilai lahan pemkot yang akan digunakan sebesar Rp 90 miliar tidak sebanding dengan nilai investasi yang ditanamkan untuk pembangunan dermaga premium atau sekitar Rp 300 miliar.

“Buat saya sih KSP ya. Tapi dia mengappraisal harga tanah dengan investasi dia, terlalu gede di kita. Artinya nggak visible buat bisnis dia kalau KSP. Dia ada opsi sewa lahan, karena dia lihat Perwal kita murah. Jadi saya minta opsi juga, usulin, tarifnya disesuaikan dulu sama kita. Kedua, termasuk apa yang dikerjasamakan baik parkir, soal Kaki Lima juga bagaimana, itu diakomodir nggak sama dia,” paparnya.

Edi memaparkan, keputusan kedua opsi ini belum final. Beberapa permintaan pemkot di dalam dua tawaran kerjasama ini masih dikaji bersama untuk mencapai kesepakatan final.

“Dulu kan diawal-awal pemintaan kita, kapalnya berbendera Cilegon. Saya minta opsi itu. Nah nanti, analisa itu dibicarakan tim kita dengan mereka,” pungkasnya. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here