Walikota Cilegon Edi Ariadi memberikan santunan secara simbolis untuk ahli waris karyawan PT Candra Asri yang meninggal saat pulang kerja,” Selasa (17/12/2019). Elfrida Ully Artha/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Badan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Banten memberikan santunan sebesar Rp 718.376.130 kepada salah satu karyawan (Akhmad Sukman) PT Chandra Asri Petrochemical meninggal dunia dalam kecelakaan kerja pada Agustus 2019 lalu.

Penyerahan bantuan sosial ini langsung diberikan langsung oleh Walikota Cilegon Edi Ariadi dan diterima langsung oleh istrinya Neneng Susilawati yang diberikan di
Kantor Walikota Cilegon,” Selasa (17/12/2019).

Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Utama Serang Didin Haryono mengatakan, penyerahan bantuan yang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan ini sebagai bentuk keperdulian pihaknya kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan. Korban, meninggal dunia, saat menuju perjalanan pulang usia bekerja.

“Korban ini merupakan warga Cilegon yang tinggal di Jalan Raya Anyer – Ciwandan saat izin pulang lebih awal kepada atasannya untuk melihat anaknya yang sakit. Akibat kejadian ini, membuat nyawa Akhmad Sukman tak dapat tertolong,” kata Didin saat ditemui usai menerima bantuan di Pemkot Cilegon,” Selasa (17/12/2019).

Terpisah,Walikota Cilegon Edi Ariadi menyatakan mendukung penuh program BPJAMSOSTEK yang sangat bermanfaat bagi keluarga yang ditinggalkan.

“Oleh karena itu, saya mengimbau kepada seluruh pekerja di Kota Cilegon agar menjadi peserta BPJAMSOSTEK, karena tidak ada ruginya. Hanya membayar iuran Rp 16.800 per bulan sepertinya tidak ada artinya. Hanya sebungkus rokok. Saya yakin pekerja mampu membayarnya,” kata Ariadi.

Ia juga menginstruksikan kepada karyawan honorer di lingkup Pemkot Cilegon dengan kesadarannya bersedia ikut program BPJAMSOSTEK yang tidak hanya menyediakan Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK), tetapi juga Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP).

Neneng Susilawati, ahli waris yang juga istri almarhum mengungkapkan rasa terima kasih kepada BPJAMSOSTEK yang telah memberikan santunan sebesar itu.

“Uang sebanyak itu sangat berguna bagi saya dan dua anak saya untuk keberlangsungan pendidikannya yang saat ini masih mengenyam pendidikan di tingkat perguruan tinggi dan Sekolah Dasar,” kata Neneng.

“Sedih tentu ditinggalkan suami untuk selamanya, namun itu takdir dari Allah SWT yang tidak bisa dicegah oleh siapapun. Saya bersyukur suami saya diikutsertakan program BPJAMSOSTEK oleh perusahaannya, sehingga saya masih ada bekal hidup kedepannya,” kata Neneng. (Ully)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here