Caption Elfrida Ully Artha/Selatsunda Sekda Kota Cilegon Sari Suryati (paling kanan) menghadiri ekspose lelang BMD yang digelar di Aula Setda Kota Cilegon,” Selasa (6/11/2018). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Panitia Lelang mengklaim  bahwa Barang Milik Daerah (BMD) yang dilelang Pemkot Cilegon telah melampaui target. Semula, pemkot memperhitungkan hasil lelang dari 20 unit kendaraan roda dua, 33 unit roda empat dan 598 barang yang tidak terpakai ini ditargetkan mencapai Rp527.338.000. Namun saat selesai lelang, realisasinya melampaui target atau mencapai  Rp 688.879.000 atau naik 30,6 persen.

Hal ini disampaikan Kepala Kanwil DJKN (Kementrian Keuangan Direktorat Jendral Kekayaan Negara Banten Tedy Syandriadi usai usai Ekspose Hasil Lelang di Aula Setda Kota Cilegon,” Selasa (6/11/2018).

“Kita dari KPKNL telah melakukan lelang aset milik daerah Kota Cilegon yang sudah berjalan dengan lancar. Dan dari target yang diinginkan rupanya melampaui target sebesar 30,6 persen. Proses lelang yang kita gunakan ini, menggunakan metode peserta lelang tidak hadir cukup datang ke KPKNL di Kota Serang atau KPKNL di seluruh Indonesia,” kata Tedy kepada sejumlah wartawan.

Sekalipun lelang melampaui target, pihaknya mengakui masih ada aset yang tidak terjual. 5 dari jumlah 53 unit kendaraan roda dua dan roda empat yang dilelang tidak diminati peserta karena tidak layak digunakan.

“Untuk perangkat kerja semuanya laku terjual. Hanya 5 unit kendaraan roda empat yang tidak laku terjual. Lantaran, satu unit kendaraan tidak ada yang berminat terhadap kendaraan ini, dan 4 unit kendaraan lainnya karena kondisinya tidak layak digunakan,” tuturnya.

Terkait teknis bagi yang memenangkan lelang, sambungnya, peserta harus menempuh sejumlah persyaratan. Diantaranya peserta wajib memberikan uang jaminan minimal 20 persen dari nilai barang yang dilelang.

“Cukup memberikan uang jaminan saja ke kami minimal 20 persen dan maksimal 50 persen dari nilai limit barang. Jika, peserta yang mengikuti lelang ini telah ditunjuk sebagai pemenang lelang, otomatis uang jaminan yang sudah diberikan akan diperhitungkan dengan harga penawaran. Sedangkan, kalau peserta ini tidak ditunjuk sebagai pemenang lelang, otomatis uang jaminan akan dikembalikan melalui rekening peserta lelang,” jelasnya.

Sementara itu, Seketaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon Sari Suryati, mengaku, lelang BMD yang dilaksanakan BPKAD ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam mengefisiensikan barang-barang yang tidak lagi memenuhi syarat umur ekonomis. Outputnya juga dapat membantu pemkot menambah kas daerah.

“Selama ini kan barang-barang yang tidak digunakan lagi menjadi beban untuk pemerintah. Karena itu, diperlukan lelang untuk memberi pemasukan untuk APBD Cilegon. Seperti, lelang di roda dua, empat dan beberapa alat yang memiliki nilai ekonomis. Semoga ini pun bisa menjadi pemasukan buat kita. Untuk nominalnya, kita tunggu hasil keseluruhaan dari penyelenggaraan lelang itu sendiri,’ ucap Sari. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here