KPU Cilegon menunjukan kertas C1 Plano dalam Rapat Pleno Terbuka Hasil Rekapitulasi Suara di KPU Cilegon, Minggu (5/5/2019). Dibukanya C1 ini untuk membuktikan keberatan yang disampaikan Partai Demokrat atas hasil rekapitulasi suara oleh PPK Kecamatan Cilegon di Dapil 1. Foto Elfrida Ully/Selstsunda.com

CILEGON, SSC – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon akhirnya memutuskan untuk membuka Form C1 Plano atas keberatan yang disampaikan DPC Partai Demokrat Cilegon soal hasil rekapitulasi suara PPK di Dapil Kecamatan Cilegon dan Cibeber. Dihadapan Bawaslu, PPK dan saksi partai politik, kertas C1 Plano dari salah satu TPS dibuka untuk pembuktian keberatan.

Pantauan langsung Selatsunda.com, KPU membuka kertas plano TPS 22 di Kelurahan Ciwedus, Kecamatan Cilegon pada pukul 00.00 WIB, Minggu (5/5/2019). Petugas KPU membuka kunci kotak suara dengan mengambil kertas Plano yang disegel pada amplop coklat. KPU kemudian mencocokan kertas plano dengan data keberatan yang disampaikan Partai Demokrat. Dalam pembuktian tersebut, jumlah suara caleg nomor 3 sebagaimana keberatan Partai Demokrat tidak sama dengan jumlah yang ada di kertas plano. Demokrat mencatat 6 suara sedangkan pada kertas plano tercatat 16 suara.

Baca : Demokrat Cilegon Keberatan Hasil Rekapitulasi PPK Dapil Cilegon di Rapat Pleno Kota

Tampak juga, perwakilan Partai Golongan Karya (Golkar) Cilegon yang hadir turut menyaksikan pembuktian keberatan tersebut.

“Coba partai mana yang dimaksud? Saksi yang kita miliki sama jumlahnya sebanyak 16. Tidak ada perubahan sama sekali. Kalaupun keberatan dari sisi mana,” kata perwakilan Golkar, Samhudi.

Baca juga : Keberatan Demokrat Soal Hasil Rekapitulasi Suara PPK Dapil Cilegon Sempat Panas

Pembuktian tersebut akhirnya diputuskan. Ketua KPU, Irfan Alfi menyatakan, keberatan yang disampaikan Demokrat diputuskan tidak mengoreksi hasil rekapitulasi perhitungan suara yang dihitung PPK Kecamatan Cilegon. Rapat pleno hasil rekapitulasi suara kemudian dilanjutkan ke PPK Kecamatan Cibeber.

“Sudah ya, satu saja yang dibuka. Takutnya partai lain nanti meminta membuka kertas plano yang lain,” ujar Irfan. (Ully/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?