CILEGON, SSC – Polres Cilegon dan Pemerintah Kota Cilegon menggelar sosialisasi pengawasan dan pengamanan terpadu dalam rangka penerapan sistem manajemen pengamanan industri. Sosialisasi ini digelar dalam rangka memperkuat penjagaan objek vital yang ada di Kota Cilegon.

Kepala Satuan (Kasat) Pengamanan Obyek Vital (Pam Obvit) Polres Cilegon AKP Haogolala Batee mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki Pam Obvit Polres Cilegon, ada 250 perusahaan tersebar di Kota Cilegon. 10 diantaranya adalah kawasan industri obyek vital.

“Sebenarnya banyak objek vital di Cilegon. Tapi hasil rekaptulasi objek vital nasional di data kami ada 10,” kata Haogolala kepada Selatsunda.com usai sosialisasi di Aula Setda II Kota Cilegon, Kamis (7/9/2023).

Baca juga  Pertemuan Komwil III APEKSI di Depok, Wali Kota Helldy Ungkap Bonus Demografi 2045 Jadi Bahasan Utama

Batee sapaan akrabnya ini, menjelaskan, sinergitas antara pemerintahan dan kepolisian ini sangat tepat guna mengantisipasi hal apapun yang terjadi di objek vital nasinal.

“Selain itu, sosialisasi ini juga sebagai ajang silaturahmi sekaligus membangun komunikasi antara pemerintah dengan kepolisian dan pengelola obyek vital serta objek tertentu,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Disperindag Kota Cilegon Syafrudin mengaku, program sosialisasi tersebut merupakan inisiasi Polres Cilegon bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon.

“Tujuan sosialisasi ini adalah dalam rangka pengamanan obyek vital, sehingga kondusif tidak terjadi gangguan perekonomian. Manajemen pengamanan ini merupakan bagian dari langkah untuk menjaga stabilitas di lapangan, sebagai upaya mengendalikan ancaman dan hambatan di wilayah industri,” pungkasnya. (Ully/Red)