Pemerintah Kota Serang dan Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) mengadakan rapat tentang PKL saat di Puspemkot Serang, Selasa (1/9/2020). Foto Istimewa

SERANG, SSC – Pemerintah Kota Serang dan Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) berkomitmen menertibkan PKL di Pasar Induk Rau dan Stadion Maulana Yusuf yang berjualan dengan langgar aturan. Hal itu terungkap dalam audiensi antara Pemkot dan APKLI yang digelar di Puspemkot Serang, Selasa (1/9/2020).

“Komitmen kami (Pemkot dan APKLI) untuk mengimbau dan bekerjasama menertibkan PKL agar tidak melanggar aturan berjualan di trotoar, jalan, atau di tempat sarana olahraga. Yang jelas, jangan sampai melanggar ketetapan Pemkot,” ujar Walikota Serang, Syafrudin kepada media usai audiensi.

Ia menerangkan, PKL di Pasar Rau yang sebelumnya ditertibkan rencananya akan direlokasi ke Pasar Kepandean. Ia tidak mau ambil pusing jika masih ada PKL yang tak mau direlokasi. PKL yang masih membandel tetap ditertibkan. Meski demikian, keputusan tersebut dikembalikan kepada masing-masing PKL.

Baca juga  Kelurahan Bendungan Bantu Makanan dan Sembako untuk Keluarga Terdampak Covid-19

“Saya kira itu tergantung pribadi masing-masing, kami sudah menyiapkan, dipakai atau tidak tergantung PKL,” tandasnya.

Selain PKL di Pasar Rau, Pemkot juga akan merelokasi PKL di Stadion untuk berjualan di Kepandean. Mengenai belum adanya fasilitas listrik di Pasar Kepandean, Syafrudin mengakuinya. Meski begitu, pihaknya akan secepatnya untuk menfasilitasinya.

“Iya, semua PKL bukan hanya anggota APKLI di Pasar Rau dan Stadion, semua akan di relokasi ke Pasar Kepandean. Perihal belum ada fasilitas listrik, secepatnya akan kami fasilitasi,” sambungnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD APKLI Kota Serang Edwin Reynaldi merespon positif komitmen yang dijalin Pemkot dengan pihaknya menertibkan PKL yang membandel. Kata dia, itu dilakukan agar PKL tidak berjualan di trotoar jalan.

Baca juga  Temui Ratusan Massa, Walikota Serang Ajak Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19

Terkait 150 PKL Pasar Rau yang sebelumnya ditertibkan dan akan direlokasi ke Kepandean, kata dia, pemkot diharapkan bisa benar-benar memilahnya. Bagi PKL yang betul-betul terdampak, harap dia, bisa kembali berjualan.

“PKL yang terdampak banyak, namun yang akan di relokasi di seleksi dulu, hanya untuk yang serius mau jualan. Jadi kita pastikan, akan merelokasi PKL yang sudah berjualan tetap di Pasar Rau, bukan PKL yang pakai mobil,” kata Edwin. (SSC-03/Red)