CILEGON, SSC – Badan Pusat Statistik (BPS) Banten mencatat laju pertumbuhan industri di Kota Cilegon tergolong sangat tinggi. Akan tetapi, pertumbuhan industri ini tidak mempengaruhi angka penduduk miskin di Cilegon.
Berdasarkan data, mulai Januari-Agustus 2018, pertumbuhan industri di Cilegon diangka 6 persen atau secara nasional mencapai 5,89 persen. Sedangkan penduduk miskin mencapai 14.980 jiwa orang atau 3,52 persen. Menurutnya, penduduk miskin masih tergolong tinggi sekalipun industri bertumbuh.
“Meskipun perkembangan industri tumbuh hingga 6 persen tapi angka berpengaruh terhadap angka kemiskinan di Kota Cilegon. Saat ini aja, orang miskin di Cilegon mencapai 14,890 orang atau 3,52 persen,” ungkap Kepala BPS Provinsi Banten Agoes Soebeno usai Sosialisasi Peran Strategis Industri Manafaktur Kota Cilegon Terhadap Perekonomian Banten dan Nasional yang digelar disalah satu hotel di Cilegon, Selasa (4/12/2018).
Menurut Agoes, angka penduduk miskin di Cilegon ini dipengaruhi sejumlah faktor. Salah satu diantaranya, penyerapan tenaga kerja di industri masih belum memprioritaskan tenaga kerja lokal sehingga banyak yang menganggur.
“Tetap saja kalau dari industri sendiri mengalami peningkatan tapi tak menurunkan angka kemiskinan di Cilegon. Untuk itu, perlunya kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah agar pihak industri harus dapat menerima masyarakat di Banten untuk dapat bekerja di industri tersebut. Selain itu, penyumbang dari warga miskin ini, banyaknya masyarakat lulusan SMK yang menganggur,” ucapnya
Meski demikian, kata Agoes, jumlah penduduk miskin di Cilegon masih lebih baik ketimbang dibanding daerah lain di Banten. Bahkan, industri Cilegon tumbuh seperti di Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang. Hal ini dipengaruhi iklim investasi yang baik dan didukung dengan wilayah yang kondusif, aman serta kebijakan Pemkot Cilegon yang sejalan dengan para investor.
“Cilegon peringkat ketiga laju pertumbuhan industri yang mengalami peningkatan. Meski laju industri mengalami peningkatan, tapi warga Cilegon terus miskin,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala Disperindag Kota Cilegon, Tb Dikrie Maulawardhana meyakini jika Industri di Cilegon akan selalu tumbuh dan berkembang tanpa henti. Bahkan, saat ini saja, PT Lotte Chemical telah mengembangkan sayapnya di Cilegon hingga puluhan triliun rupiah.
“Pertumbuhan industri di Cilegon tidak akan pernah mati. Dan industri di Cilegon akan tetap menjadi primadona. Bahkan, tahun depan aja Lotte akan menanamkan sahamnya hingga puluhan triliun,” ucapnya.
Disinggung mengenai orang miskin di Kota Cilegon, dirinya enggan memberikan komentar akan hal ini. (Ully/Red)

