Salah satu supporter mencium tangan orangtuannya saat Satreskrim Cilegon membebaskan 11 supporter pasca laga CUFC versus Perserang ricuh, Selasa (22/10/2019). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Belasan Supporter Perserang dan Cilegon United yang terlibat aksi pengerusakan apotek Kimia Farma dan salon usai ertandingan Laga 2 di Stadion Krakatau Steel, pada Senin (21/10/2019) akhirnya dibebaskan Pihak Polres Cilegon.

Kasat Reskrim Polres Cilegon, Kasat Reskrim Polres AKP Zamrul Aini mengatakan, sedikitnya ada 11 Supporter yang dikembalikan ke pihak keluarga, yakni, Suma, Muhromi, Bayu Redi, Khoirul, Novrialdi, Rifki, Aji Mawarmi, Amas, Andi, Riski dan Sukma Sasnada.

“Belasan tim yang dikembalikan ke pihak keluarga ini terdiri dari 7 orang dari Supporter Perserang dan 4 orang dari Supporter Cilegon United FC,” kata Zamrul kepada awak media usai melakukan jumpa pers di Aula Polres Cilegon, Selasa (22/10/2019).

Baca juga  Video Geng Motor Acungkan Pedang di Jalanan Kota Serang Viral

Sebelum dikembalikan ke pihak keluarga, kata Kasat, belasan Supporter yang terlibat aksi anarkis ini diminta untuk membuat surat pernyataan. Mereka diminta untuk tidak mengulangi perbuatan anarkis kembali.

“Jadi surat pernyataan langsung ditandatangani oleh orang tua masing-masing Supporter. Kita (polisi) meminta kepada pihak keluarga untuk selalu mengontrol anaknya untuk tidak mengulangi kembali,” kata Zamrul.

Sementara itu, salah satu Supporter Perserang, Riski Graha mengaku sangat menyesali perbuatanya usai Laga Perserang versus CUFC kemarin. Ia berjanji tidak akan mengulangi hal-hal yang tidak baik.

“Saya sangat menyesal sudah membuat orang tua kecewa dengan perbuatan ini. Sekali lagi, saya minta maaf kepada ibu dan bapak yang datang dan menjemput saya. Pada kesempatan ini juga saya menghimbau kepada teman-teman Supporter untuk tidak mengulangi kembali,” ujarnya. (Ully/Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini