Istana Pasir Temiang yang ada di Lingkungan Temiang Kelurahan Lebak Denok, Kota Cilegon, belum lama ini. Foto Ist

CILEGON, SSC – Plt Walikota Cilegon Edi Ariadi meminta secara tegas kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon untuk memantau secara serius keberadaan objek wisata bekas galian c Istana Pasir Temiang. Obyek wisata yang berlokasi di Lingkungan Temiang Kelurahan Lebak Denok, Kota Cilegon dan sempat viral di media ini diminta untuk dipantau karena dinilai rawan longsor.

“Coba BPBD itu ada istana pasir di JLS. Coba perhatikan dengan jelas apakah aliran pembuangan airnya ada 2 atau justru dibuat 1 sama pemilik usaha tersebut,” kata Edi kepada Selatsunda.com,” Kamis (6/12/2018).

Edi mengaku khawatir dengan keberadaan istana pasir tersebut. Bahkan, ia juga meminta agar pemilik maupun pengelola Istana Pasir Temiang bisa lebih memperhatikan lingkungan.

“Jangan sampai itu pihak pengelola atau pemilik Istana Pasir hanya membuat satu jalur untuk pembuangan air. Yang semestinya dua pembuangan air ini malah disatukan. Tentu saja, kalau nanti hujan, pasti akan banjir dan tidak menutup kemungkinan longsor. Jadi, saya meminta pihak BPBD Kota Cilegon cepat untuk melihat kondisi pembuangan air tersebut,” ujarnya.

Disinggung mengenai izin usaha keberadaan objek wisata ini, Edi enggan menanggapi hal ini.

“Coba tanya langsung ke Pak Bayu (Kepala  Bagian Ekonomi Pembangunan) terkait hal ini,” ucap Edi seraya berlalu.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Cilegon Rasmi Widyani mengaku, akan menginstruksikan pegawainya untuk mengecek langsung kondisi istana pasir bekas galian c termasuk mengecek saluran pembuangan airnya.

“Nanti kami akan cek langsung ke sama (Istana Pasir). Apakah, di sana, pembuangan airnya dibuat 2 atau dua pembuangan hanya dibuat 1 oleh pemilik atau pengelola di sana. Yang jelas, kita pantau dulu ke lokasi,” tungkas Rasmi. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here