KPU Kota Cilegon menyelenggarakan sosialisasi Pemilu 2024 kepada narapidana di Lapas Kelas IIA Kota Cilegon, Jumat (27/10/2023). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon terus berupaya melakukan sosialisasi tahapan Pemilu 2024 kepada masyarakat. Seperti yang dilakukan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cilegon, pagi tadi.

Anggota KPU Provinsi Banten, A Munawar mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk keperdulian KPU dalam memberikan pemahaman kepada para napi di Cilegon terkait tahapan pemilu.

“Setalah serah terima bendera kirab pemilu dari Lampung ke Banten, selama satu Minggu ini kita fokuskan di Kota Cilegon salah satunya melakukan sosialisasi di Lapas Cilegon,” katanya kepada awak media ditemui di Lapas Kelas IIA Cilegon, Jumat (27/10/2023).

Ia menambahkan, sosialisasi tersebut, selain memberikan informasi mengenai Pemilu 2024, sekaligus mengajak para peserta pemilu untuk menggunakan hak pilihnya.

Baca juga  Pansus Raperda RPJPD Bedah Total Pembangunan Kota Cilegon di 2025-2045

“Ini penting, karena mereka sama-sama pemilih yang memiliki hak pilih, maka hak pilihnya harus kita lindungi,” tambahnya.

Dalam rangka mensukseskan pemilu 2024, ia mengerahkan jajarannya sampai ke tingkat bawah untuk menyisir sejumlah lokasi.

Jangan sampai ada masyarakat yang memenuhi syarat, namun tidak terdaftar dalam peserta pemilih pada Pemilu 2024.

“Itu sudah sedari awal, sudah mulai penetapan daftar pemilih sementara, pemilih tetap, sampai sekarang tahapan pemilih pindahan itu bagaimana dapat menyisir memastikan semua yang memenuhi syarat dapat menggunakan hak pilihnya,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Serang, Yosafat Rizanto menyampaikan apresiasi atas dilakukannya sosialisasi pemilu kepada warga binaan di Lapas Kelas IIA Cilegon.

Baca juga  Dapat Penghargaan ke-76, Helldy Dinobatkan Sebagai Tokoh Pejabat Inovatif Pendorong Peningkatan SDM Melalui Pendidikan

“Kami sangat berterima kasih, karena kalau dari kami nanti takut ada yang terpotong. Kalau langsung dari KPU bisa membantu pelaksanaan, sehingga pelaksanaan nanti bisa berjalan dengan baik dan lancar,” ungkapnya.

Yosafat menyebut saat ini jumlah warga binaan di Lapas Kelas IIA Cilegon berjumlah sekitar 1852 orang.

Dari jumlah itu, tiga di antaranya merupakan warga negara asing.

“Kemungkinan nanti ketika pelaksanaan, ada tiga warga binaan kami yang WNA, itu tidak bisa memilih,” ungkapnya. (Ully/Red)