Foto Ilustrasi UNBK. (Desain foto Selatsunda.com)

CIEGON, SSC – Sebanyak 7.567 siswa di tingkat SMPN dan MTs Kota Cilegon akan mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) mulai Besok, Senin (22/4/2019) hingga Kamis (25/4/2019). Dinas Pendidikan Kota Cilegon optimis penyelenggaraan UNBK berjalan lancar.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon, Muhtar Gojali mengatakan, Dindik pada jauh sebelum pelaksanaan ujian telah melakukan sinkronisasi program dan server yang disediakan. Hal-hal seperti gangguan internet dan aliran listrik juga telah diantisipasi.

“Tentu sedang banyak gangguan internet. Mudah-mudahan tidak ada menganggu ke UNBK, khawatir saja ada dampaknya. Seluruh server sudah kamo verifikasi. Mudah-mudahan internetnya jangan ada yang lemot dan listrik juga jangan sampai mati,” ujar Muhtar di konfirmasi, Minggu (21/4/2019).

Selain dua hal itu, kata dia, Dindik juga telah melaksanakan berbagai persiapan kepada siswa. Sebelum UNBK, 4.820 siswa dari 42 SMP dan 2.747 siswa dari 42 MTs yang menjadi peserta telah mengikuti try out.

“Untuk try out sendiri, minimal sudah tiga kali. Dindik satu kali, MKKS sekali, masing-masing sekolah sekali,” paparnya.

Ia berharap, raihan nilai UNBK 2019 ini bisa memenuhi target yang ditetapkan dan melampaui nilai tahun lalu. Dimana pada 2018, nilai rata-rata Kota Cilegon berada di urutan kedua se-Provinsi Banten.

“Tentu kami berharap ingin yang terbaik di Provinsi Banten. Kemarin (tahun lalu), alhamdulilah, kita di urutan kedua menggeser Kota Tangerang. Minimal kita ingin bertahan kalau tidak meningkat dari tahun kemarin,” tandasnya.

Agar pelaksanaan UNBK nanti berjalan optimal, lanjutnya, seluruh pihak baik sekolah dan guru telah diimbau untuk mengawasi siswa memaksimalkan waktu belajar. Siswa diminta tidak terpengaruh suasana pilpres yang hingga saat ini masih berlangsung. Terutama kepada orangtua diharapkan dapat membimbing anaknya belajar sebaik-baiknya menghadapi ujian nanti.

“Kepada anak-anak jangan terlalu mengikuti hal-hal yang berkembang lah, tugasnya kan belajar. Pendidikan politik boleh saja, tapi tetap fokus belajar menghadapi UN. Kita juga menyampaikan ke orangtua supaya membimbing belajar ke para siswa,” harapnya. (Ronald/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?