Walikota Cilegon, Helldy Agustian, Kepala DPUTR, Tb Dendi Rudiatna, Camat Purwakarta Suadilah dan Lurah Pabean Nurul Hadiyati memantau lokasi sumur air baku di Lingkungan Kedurung, Kelurahan Pabean, Kecamatan Purwakarta, Selasa (2/1/2024). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cilegon melakukan upaya memaksimalkan kebutuhan air bersih khususnya di RT 12 RW 01 Lingkungan Kedurung, Kelurahan Pabean, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon.

Kepala Dinas PUPR Cilegon, Tb Dendi Rudiatna mengatakan, pada Febuari 2024 nanti, pihaknya akan membuat sumur air baku di Lingkungan Kedurung dengan kedalaman 50-90 meter kubik. Keberadaan sumur air baku ini, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kedurung yang kesulitan air bersih.

“Di sana (Lingkungan Kedurung,red) memang kesulitan air bersih. Untuk memperoleh air bersih, masyarakat harus turun ke bawah dengan menggunakan motor agar bisa memiliki air dengan harga yang cukup mahal. Untuk membuat sumur air baku dengan biaya yang cukup mahal,” kata Dendi kepada Selatsunda.com di temui di Kantornya, Selasa (2/1/2024).

Baca juga  KPU Cilegon Beri Santunan Rp 42 Juta Kepada Keluarga Anggota KPPS yang Meninggal Dunia

Ia menambahkan, perencanaan pembangunan sumur air baku telah dibahas sejak 2023 lalu. Untuk pembangunannya akan mulai dilakukan pada Febuari 2024 mendatang.

“Febuari ini sudah mulai kita kerjakan (Sumur Air Baku). Dan di Januari kita akan lelangkan pekerjaannya ke Bagian Barjas Setda Kota Cilegon untuk bisa dilelangkan. Dan kami targetkan, 3 hingga 4 bulan kedepan sudah selesai pekerjaan,” tambah Dendi.

Mantan Sekretaris DPMPTSP Cilegon menjelaskan, pihaknya dalam membangun sumur air baku telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 150 juta melalui APBD Murni 2024.

“Selain di Kelurahan Pabean, Kecamatan Purwakarta, ada 2 kecamatan lain yang akan kami bangun sumur air baku di Kota Cilegon. Yaitu, Kecamatan Pulomerak dan Kecamatan Grogol,” ujar Dendi.

Baca juga  Satu Anggota KPPS di Kota Cilegon Dikabarkan Meninggal Dunia

Kata Dendi, membangun sumur air baku di 3 kecamatan ini, PUPR mengalokasikan anggaran hingga Rp 2 miliar. Setiap titik, membutuhkan anggaran hingga Rp 150 juta hingga Rp 170 juta.

“Totalnya lebih dari 10 sumur air baku di 3 kecamatan (Kecamatan Purwakarta, Kecamatan Grogol dan Kecamatan Merak,” pungkasnya. (Ully/Red)