CILEGON, SSC – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon tengah mengevaluasi program SAUM (Sarana Angkutan Umum Massal) yang ada di Kota Cilegon. Pasalnya, program Saum ini belum berjalan efektif mengingat dalam pengoperasiannya membutuhkan infrastruktur dan anggaran yang besar.

“Memang selama ini, saya pikir kendala yang dihadapi selama ini, yakni persoalan infrastruktur dan keterbatasan anggaran. Untuk mengoprasikan SAUM ini memang butuh pemeliharaan dan perbaikan terlebih dulu. Tak hanya itu, kita juga membutuhkan sopir dan BBM untuk persoalan ini,” kata Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon, Mariano ditemui usai Perayaan HUT Perhubungan Nasional di Kantor Dishub Cilegon, Selasa (19/9/2023).

Lebih lanjut, dalam 1 tahun, Dinas Perhubungan (Dishub) Cilegon telah menganggarkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Cilegon untuk biaya pemeliharaan sebesar Rp 700 juta.

Baca juga  Soal Layanan Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Merak Kisruh, Ketua Gapasdap Togar Buka Suara

“Memang anggaranya cukup besar untuk biaya transportasi modern itu. Kalau bisa dibilang untuk bisa mengoprasikan program ini, anggaran yang harus digelontorkan bisa miliaran,” ujarnya.

Mantan Kabag Barjas Setda Kota Cilegon menuturkan, program SAUM ini merupakan program prioritas RPJMD Kota Cilegon yang harus jalankan.

“Kita (Dishub Cilegon) tengah melakukan evalusi seberapa besar sih dampak aplikasi terhadap angkutan yang lain. Jadi, mudah-mudahan sesuai dengan arahan pa wali, sehingga bisa dioptimalkan kembali saum itu,” bebernya.

Soal target pengoprasian SAUM, Mariano menjelaskan, saat ini pihaknya tengah membahas hal ini dengan jajaran di Dinas Perhubungan Kota Cilegon.

Ini kami lagi diskusi terkait dengan angkutan antar kampus sesuai dengan arahan Pa wali. Begitu juga dengan SAUM kita tengah lakukan  evaluasi,” pungkasnya. (Ully/Red)