Mobil dinas baru untuk lurah terparkir di halaman Pemkot Cilegon. Foto Istimewa

CILEGON, SSC – Rencana Walikota Cilegon, Edi Ariadi untuk memasangi stiker tulisan Pemerintah Kota Cilegon dan logo pemerintahan tidak mendapat respon positif dari para lurah. Pasalnya, lurah menolak jika mobil baru yang akan diterima pada 28 Oktober ini langsung di stiker oleh pemerintah.

Ketua Paguyuban Lurah di Cilegon Tafrizi tak menampik jika dirinya dengan lurah lainnya menolak mobil dinas baru langsung dipasangi stiker karena nanti yang diterima sydah berplat merah.

“Sebenarnya sih ngapain harus di stiker segala? Kan sudah dipasang plat merah? Beda hal kalau mobdis itu plat hitam. Kalau udah plat merah kan sudah menandakan mobil inventaris lurah-lurah!,” kata Tafrizi di temui di Pemkot Cilegon, kemarin.

Ia menyatakan, paguyuban telah menindaklanjuti ketidaksetujuan itu dengan meminta penjelasan kepada bidang Aset pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Cilegon. Namun jawabannya ada pada kepala daerah.

“Waktu itu udah kami (lurah,red) minta ke bidang aset agar tidak dipasang stiker tersebut. Tapi, semua keputusan ada di walikota. Karena sudah kebijakan pimpinan, bidang aset tidak bisa memutuskan hal tersebut,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Aset pada BPKAD Kota Cilegon, Raden Firman tak menampik jika paguyuban lurah Cilegon datang dan menemui dirinya untuk berkonsultasi agar mobdis tersebut tidak dipasangi stiker.

“Sudah datang sih. Tapi kan semua kebijakan ada di Pak Wali (Edi Ariadi) yang memutuskan. Kami hanya sebagai eksekutor aja,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Walikota Cilegon, Edi Ariadi mengaku kecewa dengan reaksi lurah yang tidak mau mobdis baru dipasangi stiker.

“Emangnya mobil mereka? Toh dengan dipasangi stiker itu, kita (pemkot) mau mengamankan aset pemerintah. Ini lurah gimana sih,” pungkas Edi dengan nada marah. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here