Ilustrasi ASN (Foto Dokumentasi Selatsunda.com)

CILEGON, SSC – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon pada Tahun 2024 menerima kuota untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebanyak 300 formasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Formasi yang ditetapkan BKN untuk Kota Cilegon diantaranya formasi tenaga guru, tenaga kesehatan dan tenaga teknis.

“Untuk Kota Cilegon Tahun 2024 formasi kita disetujui 300 PPK. Dari 300 itu terdiri dari  69 tenaga guru, 43 tenaga kesehatan dan 188 tenaga teknis,” ujar Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Cilegon, Joko Purwanto, Rabu (20/3/2024).

Joko mengungkapkan, kuota PPPK yang ditetapkan BKN untuk Kota Cilegon sesuai dengan jumlah formasi yang diusulkan.

Baca juga  Gaspol Abangku ke Kalos Kafe, Tempat Nongkrong Baru di Cilegon dengan View Alam, Yuks Cobain

Ia mengungkapkan, jumlah formasi tenaga teknis lebih banyak diusulkan dibandingkan tenaga guru mengikuti surat edaran dari KemenPAN-RB. Di mana pemerintah daerah diminta untuk memprioritaskan tenaga non ASN.

“Tahun ini ada edaran dari KemenPAN-RB agar menyelesaikan tenaga non ASN. Justru kita diprioritaskan bagi mereka yang pendidikan SD, SMP dan SMA. Makanya kita minta formasi untuk teknis agak banyak lah,” ucapnya.

Diketahui jumlah tenaga honorer di Pemkot Cilegon sebanyak 4.905 orang. Dari jumlah tersebut, 2.793 tenaga honorer telah tercatat dalam data base BKN. Sementara sisanya sebanyak 2.113 tenaga honorer belum tercatat dalam database BKN.

Ditanya mengenai nasib tenaga honorer yang belum tercatat dalam data base, Joko mengatakan masih menunggu kebijakan Pemerintah Pusat.

Baca juga  Gaspol Abangku ke Kalos Kafe, Tempat Nongkrong Baru di Cilegon dengan View Alam, Yuks Cobain

“Kita tunggu saja kebijakan Pemerintah Pusat. Pemerintah menjanjikan di bulan April terbit Peraturan Pemerintah. Kita belum tahu,” paparnya.

Mengenai kapan akan digelar seleksi PPPK 2024, kata Joko, hal itu menunggu kebijakan Pemerintah Pusat. Namun kemungkinan akan digelar pada Mei mendatang.

“Untuk tahapan seleksi itu nanti yang menetapkan Panselnas berkoordinasi dengan BKN. Kita belum dapat tahapannya kapan. Kemarin di penjelasan rapat itu paling cepat di departemen itu di bulan April, itu untuk di kementerian-kementerian. Kemungkinan (Mei), kita tunggu jadwalnya,” pungkasnya. (Ronald/Red)