Petugas BPBD Kota Cilegon melakukan evakuasi pohon tumbang akibat angin kencang dan hujan yang berlokasi di Pasar Kranggot," Selasa (23/1/2024). Foto : Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Sebuah pohon jati tumbang menimpa kamar mandi dan dapur warung warga di dekat Pasar Kranggot, Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, Selasa (23/1/2024). Insiden mengakibatkan pemilik warung tertimpa pohon tersebut hingga mengenai punggung belakang.

Kepala UPT Pasar Kranggot, Rogayah mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada sekitar pukul 08.00 WIB. Pohon tersebut tumbang karena saat itu terjadi hujan deras disertai angin kencang. Pohon yang diduga telah berusia tua itu menimpa bangunan hydrant, kamar mandi dan warung warga bernama Tanjung.

“Memang dari jam 07.00 WIB sudah hujan. Karena pohonnya sudah tua dan tanah gembur sehingga membuat pohon jati yang berusia cukup tua tumbang dan langsung menimpa bangunan hydrand, kamar mandi dan dapur pemilik warung makan bernama Pak Tanjung,” kata Rogayah kepada Selatsunda.com ditemui di lokasi.

Baca juga  KPU Cilegon Beri Santunan Rp 42 Juta Kepada Keluarga Anggota KPPS yang Meninggal Dunia

Pasca kejadian tersebut, sambung Rogayah, pihaknya langsung berkoordinasi dengan  Disperindag Cilegon dan dinas terkait untuk memotong pohon tumbang.

“Beruntung bangunan hydrant tidak terjadi kerusakan. Hanya warung saja yang alami kerusakan kecil,” sambungnya.

Sementara itu, pemilik warung, Tanjung, menceritakan, sebelum kejadian, memang sudah terdengar suara keras pada pukul 07.30 WIB. Sekitar pukul 08.00 WIB, pohon tumbang  sehingga menimpa dapur kamar mandi.

“Pada 07.30 WIB udah hujan deras dan sudah terdengar juga suara keras. Dan jam 08.00 WIB sudah terdengar suara keras. Rupanya, pohon jati di belakang roboh,” ujar Tanjung.

Kata Tanjung, akibat kejadian ini, istrinya bernama Istri (59) tertimpa pohon dan mengenai pungung belakang.

Baca juga  Satu Anggota KPPS di Kota Cilegon Dikabarkan Meninggal Dunia

“Kena punggung sih istri. Tapi syukur ga kenapa-kenapa. Berbicara kerugian sih, bisa ditaksir Rp 5 juta,” pungkasnya. (Ully/Red)