Kepala UPTD Puskesmas Pulomerak, Faisal (tengah) didampingi Sekmat Pulomerak mengadakan sosialisask penanganan terhadap kasus DBD di Aula Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Selasa (9/4/2019). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Seorang warga di Wilayah Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon dilaporkan meninggal dunia akibat diserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terjadi pada Maret 2019 lalu.

Hal ini terungkap saat kegiatan Sosialisasi Kewaspadaan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang diselenggarakan di Aula Puskesmas Pulomerak, Selasa (9/4/2019) pagi tadi.

Kepala UPTD Puskesmas Pulomerak, dr Faisal mengatakan, warga yang meninggal ini merupakan seorang anak berusia 6 tahun yang berasal dari wilayah Kelurahan Lebak Gede.

“Baru tahun ini kami temukan ada kasus DBD sampai meninggal dunia. Pasien sempat di tangani di Puskesmas namun karena semakin darurat akhirnya kita bawa ke RSUD Cilegon untuk ditangani. Tapi, karena tidak tertolong, pasien ini meninggal dunia,”
Kata Faisal kepada Selatsunda.com usai kegiatan.

Ia menuturkan, sepanjang Januari-Maret 2019, Puskemas Pulomerak telah menangani sebanyak 31 kasus dan 13 kasus diantaranya masuk dalam observasi pihaknya. Sementara untuk 2018, penderita DBD tercatat sebanyak 23 kasus.

“Kalau dilihat dari trendnya, tahun ini kasus DBD di wilayah Kecamatan Pulomerak mencapai 100 persen. Dari 4 kelurahaan yang berada di wilayah Kecamatan Pulomerak, paling tinggi berada di Kecamatan Taman Sari dan Lebak Gede sebanyak 17 kasus,” tuturnya.

Untuk menekan angka penderita DBD, kata dia, Puskesmas Pulomerak selalu berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan kelurahan agar warganya rutin melakukan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) 3M+ (Menguras, Mengubur dan Mendaur Ulang). Upaya ini dilakukan bersama secara terus menerus dan masif.

“Pemberantasan sarang nyamuk merupakan upaya paling efektif mencegah timbulnya nyamuk aedes aegyti. Terutama genangan air, paling potensi dipakai nyamuk berkembang biak,” ujar dia.

Ia berharap, kesadaran masyarakat mberantas DBD dapat terus ditingkatkan. Diharapkan juga, masyarakat dapat memutus mata rantai penyebaran virus DBD.

“Untuk kasus DBD harus kita putus penyebarannya. Jangan sampai kita kalah dengan penyakit berbahaya dan menelan banyak korban akibat nyamuk,” harapnya. (Ully/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?