Kepala Dinas Pendidikan Cilegon, Heni Anita Susila saat diwawancara sejumlah wartawan," Kamis (12/10/2023). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC –  Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon buka suara tentang puluhan siswa di SDN Kependilan, Kelurahan Panggung Rawi, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon mengalami keracunan makanan usai menyatap kue pie dan kue talam yang terjadi pada, Kamis (12/10/2023) pada pukul 12.00 WIB.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Cilegon, Heni Anita Susila meminta agar setiap sekolah untuk memperketat pengawasan jajanan anak supaya kasus serupa tidak kembali terulang.

“Kita tidak tahu niatnya baik atau enggak. Tapi yang jelas ini menimbulkan masalah terhadap anak-anak,” kata Heni kepada awak media,” Kamis (12/10/2023).

Untuk itu, ia menghimbau agar seluruh sekolah untuk lebih berhati-hati agar kejadian tersebut tidak terjadi.

“Barang kali bukan hanya di sini, tapi beberapa sekolah di Cilegon agar supaya tidak terjadi kasus seperti di SDN Kependilan ini,” imbaunya.

Heni menjelaskan, puluhan siswa yang mengalami keracunan makanan ini, usai menerima makanan ringan yang dibungkus box oleh orang yang tak dikenal.

Baca juga  Pertemuan Komwil III APEKSI di Depok, Wali Kota Helldy Ungkap Bonus Demografi 2045 Jadi Bahasan Utama

“Ketika anak-anak makan, langsung mereka mengalami muntah-muntah.

Kepala sekolah langsung menghubungi pihak puskesmas, dan alhamdulillah puskesmas turun langsung datang kemudian memeriksa anak-anak,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Sebanyak tiga puluh dua siswa SDN Kependilan, Kelurahan Panggung Rawi, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, mengalami pusing dan mual setelah menyantap makanan yang diberikan oleh pihak tak dikenal saat jam istirahat.

Kepala UPTD Puskesmas Jombang Dr Yanti Azis mengatakan, sebayak 30 siswa mengalami mual dan pusing hingga tak sadarkan diri usai menyantap jajanan yang diberikan oleh orang tak dikenal.

“Saya menerima kabar dari pihak kelurahan ada siswa yang keracunan. Langsung kami (Tim Puskesmas Jombang) langsung ke sekolah tersebut. Setiba di sekolah memang ada 30 siwa yang mengalami mual dan muntah bahkan ada 1 siswa yang pingsan.  Pengakuan gurunya, jika anak-anak ini usai diberi makanan oleh orang yang tak dikenal,” kata Yanti kepada awak media,” Kamis (12/10/2023).

Baca juga  Pertemuan Komwil III APEKSI di Depok, Wali Kota Helldy Ungkap Bonus Demografi 2045 Jadi Bahasan Utama

Yanti menambahkan, puluhan siswa yang mengalami keracunan ini langsung ditangani oleh Tim Puskesmas Jombang dibantu oleh Tim Dinas Kesehatan (Dinkes Cilegon) langsung memberi obat. Sedangkan, siswa yang mengalami

pingsan langsung diobservasi.

“Dari Dinas Kesehatan Cilegon langsung mengambil hasil sisa makanan untuk dilakukan uji lab di Laboratorium Kesehatan Banten,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SDN Kependilan Tuti Hendrawati mengatakan, 30 siswa yang mengalami keracunan makanan ini usai menerima makanan kue yang dibagikan OTK di luar area sekolah diduga sudah kadaluarsa.

“Mungkin niatnya baik cuma mungkin sudah kadaluarsa mungkin, emang dilihat dari teksturnya juga sudah lembek,” ujarnya.

Saat itu juga, lanjut Tuti, tim dari puskesmas setempat langsung memberikan pertolongan. Saat ini, anak-anak sudah di pulangkan usai mendapatkan pertolongan. Selain muntah-muntah, para siswa yang keracunan juga merasakan gejala lain seperti sakit perut. “Sudah mendapatkan perawatan dari puskesmas, di pulangkan,”  pungkasnya. (Ully/red)