CILEGON, SSC – Narapidana yang memiliki resiko tinggi (teroris dan narkoba) akan ditempatkan di Blok Maximum Security Lapas Kota Cilegon. Hal ini terungkap pada peresmian Blok Maximum Security oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Banten, Tejo Harwanto yang serta dihadiri oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Masjuno dan pejabat Kemenhumam Banten dan Lapas Kelas IIA Cilegon, pagi tadi.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Banten, Tejo Harwanto mengatakan, blok baru di Lapas Kelas IIA Cilegon ini dibangun sebagai upaya Kemenhumam Banten dalam meningkatkan keamanan dan penjagaan super ketat khususnya napi yang memiliki risiko tinggi yang menjadi ancaman untuk masyarakat.

“Dalam upaya untuk menjaga ketertiban dan keamanan di dalam Lapas Cilegon, Blok Maximum Security ini memiliki berbagai fitur keamanan canggih yang akan meningkatkan efektivitas pemasyarakatan,” kata Tejo, Kamis (21/9/2023).

Baca juga  Kisah Pelajar Cilegon, Bayu Bakhtiar Sukses Raup Omset Puluhan Juta, Ini Bisnisnya

Ia menambahkan, blok khusus bagi napi beresiko tinggi ini, dibangun dengan luas 1.823 meter persegi, dengan 44 kamar dan mampu menampung 250 WBP.

“Sebelum adanya gedung maximum security, Lapas Kelas IIA Cilegon memiliki tiga gedung bangunan yang menampung 1.916 WBP dengan kapasitas 896 orang. Jumlah WBP yang ada sudah melebihi kapasitas gedung,” tambahnya.

Ia berharap agar fasilitas ini dapat berperan aktif dalam memperbaiki perilaku warga binaan, memberikan pelatihan, serta mempersiapkan mereka untuk kembali ke masyarakat dengan lebih baik.

Sementara itu,  Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Cilegon, Enjat Lukmanul Hakim, juga menyampaikan Blok Maximum Security ini didesain dengan sangat cermat, termasuk sistem pengawasan 24 jam, petugas yang terlatih, serta ruang sel yang memenuhi standar internasional untuk memastikan keamanan dan keamanan maksimum.

Baca juga  Pansus Raperda RPJPD Bedah Total Pembangunan Kota Cilegon di 2025-2045

“Dengan adanya Blok Hunian ini diharapkan dapat menampung Narapidana dari Lapas lain yang overkapasitas. Terutama kejahatan spesifik yang memerlukan pendekatan yang spesifik pula.,” ujarnya.

Dengan peresmian Blok Maximum Security ini, Lapas Cilegon berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pemasyarakatan dan mengambil langkah-langkah konkret dalam rangka mendukung reformasi peradilan pidana di Indonesia. Semoga fasilitas ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan membantu narapidana untuk memulai babak baru dalam hidup mereka setelah menjalani hukuman. (Ully/Red)