Sebuah alat berat tengah meratakan lumpur di lahan Pelabuhan Warnasari, Kota Cilegon. (Foto Dokumentasi)

CILEGON, SSC – Pembuangan lumpur PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) ke lokasi lahan Pelabuhan Warnasari menjadi sorotan publik belakangan ini. Apalagi banyak masih menebak-nebak ‘deal-deal’ terkait kompensasi kegiatan pembuangan lumpur Lotte yang diperoleh PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) selaku Badan Usaha Pelabuhan (BUP) yang mengelola lahan Pelabuhan kebanggaan masyarakat Kota Cilegon ini.

Pada Jumat (12/7/2019) dalam rapat tertutup di ruang rapat Walikota Cilegon, besaran nilai kompensasi itupun terjawab. Hal ini disampaikan Direktur Utama PT PCM Arif Rifai Madawi saat awak media mengkonfirmasi tentang itu. Ia tak menampik jika PCM menerima kompensasi sebesar Rp 875 juta dari PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) atas aktivitas pembuangan lumpur tersebut.

Arif mengutarakan, selama ini kondisi pendapatan PCM mengalami penurunan. Oleh karena itu, kerjasama pemanfaatan lumpur antara LCI dan PCM dinilai menjadi salah satu solusi untuk mendongkrak pendapatan perusahaan. Di mana, jasa pandu dan tunda mengalami penurunan.

Baca : Walikota Cilegon Akui Izinkan Lumpur Lotte Dibuang ke Pelabuhan Warnasari

Diketahui PCM sebelumnya membantah bila tempat lumpur tersebut dibuang disebut sebagai bentuk penyalahgunaan lokasi Pelabuhan Warnasari. Perusahaan BUMD Kota Cilegon ini menyebut, pembuangan tersebut hanya bermaksud memanfaatkan lumpur bekas milik Lotte untuk pengurugan lokasi rawa atau semak belukar di Pelabuhan Warnasari. Alasannya karena ada sekitar 3 hektar lahan di lokasi yang kerap tergenang ketika terjadi abrasi atau banjir rob.

PCM menyatakan, perataan rawa di lokasi Pelabuhan Warnasari juga memberi kontribusi pendapatan bagi PCM sekalipun pekerjaan tersebut diluar core bisnis PCM di sektor kepelabuhanan.

“Dengan pendapatan yang kami terima dari PT LCI, tentunya bisa menjadi pemasukan untuk kami (PT PCM,red) untuk menutupi neraca yang sempat mengalami penurunan,” ujarnya.

Baca juga : PCM Bantah Pelabuhan Warnasari Disalahgunakan Untuk Pembuangan Lumpur Lotte

Arif menjelaskan, jika kerjasama antara LCI dan PCM tidak melabrak aturan yang ada. Bahkan, sebelum kerjasama terjalin, kedua pihak telah mengecek dalam Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), jika lumpur yang dibuang ke lahan Pelabuhan Warnasari bukan tergolong limbah berbahaya.

“Ada spesifikasi dikeluarkan oleh Sucofindo bahwa tanah itu bukan jenis limbah karena itu dibuat bata dan genteng juga bisa,” kata dia.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon, Ujng Iing enggan berkomentar terkait aktivitas pembuangan lumpur milik LCI ke lahan Pelabuhan Warnasari.

“Ada kok SPPL(Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan)-nya di kita, “seraya meninggalkan wartawan.

Baca juga : Dewan Segera Panggil PCM Soal Pembuangan Lumpur Lotte ke Pelabuhan Warnasari

Sebelumnya, Ketua Forum Masyarakat Cilegon Ahmad Yusdi menyatakan, sangat kecewa atas pembungan lumpur milik PT LCI ke Pelabuhan Warnasari. Ia menganggap, dengan pembuangan lumpur ke Pelabuhan Warnasari justru melupakan perjuangan yang dilakukan oleh mantan Walikota Cilegon, Tubagus Aat Syafaat yang memperjuangkan keberadaan pelabuhan tersebut.

“Kita tahu semua bagaimana perjuangan Pak Aat dalam memperjuangkan lahan pelabuhan ini. Bahkan, untuk memperjuangkan lahan ini, beliau (almarhum,red) rela mendekam di penjara. Tapi kenapa justru pemerintah membiarkan aktivitas pembungan lumpur ini ke Pelabuhan Warnasari,” ucap Yusdi. (Ully/Ronald/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?