CILEGON, SSC – Sempat bertahun-tahun terkatung-katung tidak jelas keberadaannya, akhirnya Kodim O623 menghidupkan kembali Monumen Geger Cilegon. Bekerjasama antara Kodim O623 dengan bantuan CCSR (Cilegon Corporate Social Responsibility) BJB Cabang Cilegon Monumen tugu pahlawan yang ada di simpang empat ADB ini di rehab dan difungsikan kembali menjadi salah satu ikon kota.

Pantauan Selatsunda.com di lokasi, Monumen Geger Cilegon ini dibuat dengan menarik. Ini dilihat dari bentuk desain yang menarik lengkap dengan area jogging track yang bisa dinikmati oleh masyarakat. Turut hadir dalam peresmian Monumen Geger Cilegon, Walikota Cilegon, Edi Ariadi, Komandan Korem (Danrem) 064 Maulana Yusuf (MY)  Kolonel Infanteri (Inf) Windiyatno, Sekda Cilegon Sari Suryati, Dandim 0623 Cilegon Letkol Arm Rico Sirait, Ketua DPRD Kota Cilegon Endang Effendi, jajaran pejabat eselon II dan III.

Dandim 0623 Cilegon Letkol Arm Rico Sirait usai acara mengatakan, mengaku, sangat bersyukur dengan resminya Monumen Geger Cilegon ini. Keberadaan monumen ini merupakan salah satu masukan dari awak media untuk merevitalisasi keberadaan monumen tersebut.

“Saya sangat bersyukur akhirnya Monumen Geger Cilegon akhirnya kembali diresmikan. Meski, sempat terbengkalai bertahun-tahun, tapi di tahun ini akhirnya resmi kembali,” kata Rico.

Damdim pun menceritakan, hadirnya monumen Geger Cilegin ini sebagai bentuk refleksi cerita kepahlawanan yang cukup terkenal di Banten.

“Awalnya saya dapat informasi dari teman media, tuh monument Geger Cilegon terbengkalai. Lalu di hari lainnya, saya diberi informasi dari Pangdam, kalau perjuangan rakyat Banten itu yang paling terenal adalah Geger Cilegon. Disitulah saya merasa seperti disambar kilat, monumen Geger Cilegonnya kan di pinggir markas,” katanya.

Setelah itu, ia pun menyampaikan usulan revitalisasi ke Korem 064 MY dan Pemkot Cilegon. Pemkot kemudian mengarahkan agenda tersebut melalui program CCSR.

“Untuk anggaran sendiri, berkisar Rp 600 juta. Karena itu, hasil dari CCSR Bjb kepada Pemkot Cilegon, ujarnya.

Menurut Dandim, tujuan dari revitalisasi ini agar monumen lebih disukai oleh masyarakat Kota Cilegon. Sehingga masyarakat bisa mendatangi monumen dan mempelajari sejarah di Geger Cilegon.

“Di monument itu kami beri prasasti juga, isinya berupa informasi seputar Geger Cilegon. Kemudian kami buatkan juga jogging track, sehingga monumen ini selain untuk belajar secara, jadi tempat olah raga sekaligus selfie,” tuturnya.

Wali Kota Cilegon Edi Ariadi ke dukungan terwujudnya monumen Geger Cilegon. Meski semestinya di realiasi di 17 Agustus lalu, namun keberadan monumen ini dianggap pas diresmikan bersamaan pada Hari Pahlawan.

“Iyah sebenarnya mau diresmikan di 17 Agustus. Lalu mundur tuh. Akhirnya, pas juga diresmikan di bulan November ini bersamaan dengan hari Pahlawan,” ucap Edi.

Disinggung mengenai belum adanya makam pahlawan, hingga saat ini, Pemkot Cilegon masih melakukan kajian terhadap makam pahlawan tersebut.

“Disparbud kalau tidak salah sedang membuat kajian itu. Hasilnya seperti apa, saya sendiri belum dapat laporannya,” pungkasnya. (Ully/Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini